Forum ProMedik

Selamat datang di Forum ProMedik
Ikut partisipasi di Forum Kesehatan ProMedik Network untuk informasi kesehatan yang Akurat

Home Forum Kesehatan Fertilitas Vitamin D untuk Fertilitas

  • Vitamin D untuk Fertilitas

  • Retno Wijayanti

    Member
    23 Aug 2020 at 19:26

    Siapa sangka ternyata vitamin D menjadi salah satu penentu keberhasilan program hamil.

    Vitamin D yang dikenal sebagai “vitamin sinar matahari” diketahui luas sebagai vitamin yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang. Namun ternyata, vitamin D juga berperan penting dalam proses terjadinya kehamilan.

    Sebuah studi yang dipublikasi di NIH (National Library of Medicine) telah meneliti peran vitamin D dalam pengobatan kesuburan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa vitamin D ternyata memainkan peran yang cukup penting dalam sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, myoma, infertilitas pria, dan fertilisasi in vitro (IVF). Berikut penjelasannya

    • PCOS. Pada sindrom yang mengenai wanita ini, tingginya kadar insulin menyebabkan ovarium cenderung memproduksi hormon pria seperti testosteron. Akibatnya sulit terjadi ovulasi. Pemberian suplemen vitamin D pada pasien PCOS dapat memperbaiki kadar insulin darah dan meningkatkan kesuburan
    • Endometriosis. Kadar Vitamin D dalam darah yang tinggi diduga berhubungan dengan rendahnya insiden endometriosis.
    • Myoma. Merupakan pertumbuhan jaringan (tumor jinak) di rahim. Defisiensi vitamin D ditemukan lebih banyak pada pasien yang menderita myoma.
    • Infertilitas pria. Pada pria, kadar vitamin D darah yang rendah (<20 ng/ml) dan terlampau tinggi (>50 ng/ml) berefek buruk pada jumlah cairan, pergerakan, serta morfologi sperma.
    • Fertilisasi in vitro (IVF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar vitamin D darah yang cukup dengan keberhasilan implantasi embrio.

    Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut menunjukkan perlunya menjaga kadar vitamin D darah sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung program kehamilan.

    Defisiensi Vitamin D di Indonesia

    Apakah kadar vitamin D kita sudah cukup? Vitamin D merupakan vitamin yang dapat diproduksi oleh tubuh kita sendiri dengan bantuan sinar matahari (D3). Lalu sebanyak 10% sisanya diperoleh dari makanan (dalam bentuk D2).

    Ditilik dari lokasi geografis, Indonesia merupakan salah satu negara dengan sinar matahari berlimpah. Namun ternyata dari hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita Indonesia dengan rentang usia produktif (18-40 tahun) menderita defisiensi vitamin D sebanyak 63 persen.

    Faktor Risiko Defisiensi Vitamin D

    • Aktivitas dalam ruang. Karena pembentukannya dibantu oleh sinar matahari, adanya pergeseran gaya hidup masyarakat dimana kegiatan dalam ruang menjadi lebih banyak akan mempengaruhi penyerapan sinar matahari melalui kulit. Terlebih dengan adanya pandemi covid 19, maka jumlah paparan terhadap sinar matahari akan semakin rendah
    • Obesitas. Karena vitamin D termasuk vitamin larut lemak, maka tingginya kadar lemak simpanan akan menyerap vitamin D, dan jumlah vitamin D dalam darah akan berkurang.
    • Usia Lanjut. Proses metabolisme pada tubuh lansia berbeda dengan mereka yang masih muda. Selain itu, terbatasnya aktivitas luar ruangan serta menurunnya kemampuan memproduksi vitamin D menyebabkan kebutuhan vitamin D pada usia lanjut (lebih dari 70 tahun) lebih tinggi dibandingkan kelompok usia yang lebih muda. Lansia membutuhkan asupan vitamin D sebanyak lebih dari 800 IU/hari.

    Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan suplementasi vitamin D terutama pada wanita dan pria yang sedang menjalankan program kehamilan.

Log in to reply.

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now