4 Jenis Diet Jantung, Food and Heart: Strong Correlation

Diet Jantung

Diet Jantung apakah berbeda dengan Diet DASH pada hipertensi?

Penyakit Jantung Koroner

Berdasarkan data WHO tahun 2015, penyakit jantung koroner (PJK) membunuh sekitar 17,7 juta jiwa. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang sudah dikenal banyak orang, namun sayangnya, pengetahuan masyarakat mengenai PJK tidak cukup baik untuk menurunkan angka kejadiannya.

Sebagian besar orang sudah mengetahui, bahwa PJK disebabkan antara lain karena asupan makanan yang tidak sehat. Faktor pengolahan makanan seperti digoreng, menggunakan lemak trans, lemak jenuh, serta faktor gaya hidup seperti merokok dan gaya hidup sedentari (bermalasan) sudah dikenal sebagai penyebab penyakit jantung koroner. Memang, faktor makanan memegang peranan cukup penting dalam penyakit ini. Namun, peranan makanan sebebnarnya jauh lebih banyak dari yang diketahui masyarakat umum.

Penulis pernah membahas tentang diet DASH untuk penderita penyakit darah tinggi alias hipertensi. Dalam diet ini, konsumsi sayuran dan buah – buahan serta pembatasan natrium, kolesterol, lemak trans, lemak jenuh. Dalam diet DASH diutamakan sumber makanan yang banyak mengandung kalium, natrium, dan magnesium.

Lalu, apa bedanya Diet Jantung dengan diet DASH?

Diet Jantung (DJ) vs Diet DASH

Diet DASH ditujukan untuk penderita hipertensi, yang tujuan utamanya adalah menurunkan atau mengendalikan tekanan darah yang terlalu tinggi. Sementara itu, DJ ditujukan untuk penderita penyakit jantung yang sudah mengalami gangguan pada organ jantung seperti infark. Tujuan dari pemberian DJ adalah untuk memberikan makanan yang cukup tanpa memberatkan kerja jantung, menurunkan berat badan pasien bila dinilai terlalu gemuk, serta mencegah atau mengurangi penimbunan garam dan air pada tubuh. Diet DASH bisa dijalankan oleh pasien atau penderita hipertensi dengan menyesuaikan makanan sesuai pedoman diet DASH. Sementara itu, DJ biasanya diberikan di rumah sakit, dan dimulai dalam bentuk cairan yang sudah terukur baik komposisinya, secara kalori dan kandungan gizi.

Jantung penderita infark sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Karena itu, prinsip dietnya tentu berbeda dengan penderita hipertensi, dimana jantung masih bisa memompa dengan kuat. Pada hipertensi, pemberian mineral kalium, kalsium, dan magnesium akan membantu merelaksasi otot jantung dan pembuluh darah, sehingga tahanan (resistensi) pembuluh darah berkurang dan pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah.

Pada infark jantung, jantung justru dapat melemah akibat terjadinya kerusakan. Sehingga, pemberian mineral seperti kalium, kalsium dan magnesium harus lebih berhati-hati. Berikut adalah susunan DJ berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya diambil dari Pedoman Dietetika Penyakit Tidak Menular.

Diet Jantung I 

Diet ini diberikan pada pasien penyakit jantung akut seperti infark  miokard atau dekompensasi kordis berat. Makanan diberikan dalam bentuk cairan sebanyak 1-1,5 liter/hari selama 1-2 hari pertama bila pasien dapat menerimanya. Makanan pada tahap ini sangat rendah energi dan semua zat gizi sehingga sebaiknya hanya diberikan selama 1-2 hari. 

Diet Jantung II 

Sebagai perpindahan dari diet jantung I, atau setelah fase akut dapat diatasi. Makanan yang diberikan berupa makanan saring/ lunak. Diet ini rendah energi, protein, kalsium, dan tiamin. Jika disertai hipertensi dan/atau edema, diberikan sebagai Diet Jantung II Garam Rendah. 

Diet Jantung III 

Sebagai perpindahan dari Diet Jantung II atau pasien dengan kondisi tidak terlalu berat. Makanan sudah berbentuk lunak atau biasa. Diet ini rendah energi dan kalsium, tetapi cukup zat gizi lain. Jika disertai dengan hipertensi dan/atau edema, diberikan sebagai Diet Jantung III Garam Rendah. 

Diet Jantung IV 

Sebagai perpindahan dari Diet Jantung III atau pasien jantung dengan keadaan ringan. Bentuk makanan biasa. Diet ini cukup energi dan zat gizi lain kecuali kalsium. Jika disertai dengan hipertensi dan/atau edema, diberikan sebagai Diet Jantung IV Garam Rendah. 

Selain keempat jenis DJ diatas, terdapat juga makanan yang sebaiknya dihindari pada penderita penyakit jantung, antara lain:

BAHAN MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN 

  • Karbohidrat               

Makanan yang mengandung gas atau alkohol, seperti ubi, singkong, tape, singkong dan tape ketan. 

  • Protein Hewani

Daging sapi dan ayam berlemak, gajih, sosis, ham, jeroan, kepiting dan kerang, keju, susu fullcream.

  • Protein Nabati            

Kacang-kacangan kering yang mengandung lemak tinggi seperti kacang tanah, kacang mete, kacang bogor. 

  • Sayuran                    

Sayuran mengandung gas, seperti kol, kembang kol, lobak, sawi, dan nangka muda. 

diet jantung
Makanan kaya sulfur seperti brokoli, kubis, bok-coy dan kale dapat dicerna oleh bakteri dalam usus dan menimbulkan gas. (Sumber: Google)

  • Buah-buahan             

Buah-buahan yang mengandung gas/alkohol seperti durian dan nangka matang. 

  • Lemak                      

Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit, santan kental. 

  • Minuman                  

Teh/kopi kental, minuman, soda dan alkohol. 

  • Bumbu                      

Lombok, cabe rawit, dan bumbu-bumbu lain yang tajam. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *