Obesitas dan Covid 19: Bigger Doesn’t Mean Better

obesitas dan covid 19

Benarkah obesitas dan Covid 19 berhubungan?

Obesitas dan Covid 19

Virus Sars-Cov 2 penyebab covid 19 dikenal menimbulkan reaksi tubuh berupa cytokine storm (badai sitokin). Pada pasien obesitas, biasanya disertai penyakit metabolik lain yang akan menurunkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang rendah akan membuat infeksi virus semakin berat. Namun jangan salah, daya tahan tubuh yang rendah bisa pula disebabkan oleh asupan nutrisi harian yang tidak memadai. Karena itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memastikan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang.

Menurut dr. Brain Gantoro, MGizi, Sp.GK pada webinar tanggal 6 Maret 2021, obesitas berperan penting dalam meningkatkan derajat keparahan penyakit Covid 19. Pada orang dengan obesitas, jaringan lemaknya sangat meradang, dan melepaskan sel pro inflamasi (IL 6 dan TNF alfa). Obesitas juga menyebabkan produksi IL 10 yang tinggi, yang akan menurunkan fungsi sel imun. Peradangan yang terjadi secara lama juga akan menimbulkan gangguan kekebalan tubuh yang memperberat infeksi viral. SARS Cov 2 juga terbukti menginduksi gangguan imunitas. Saat terkena, virus akan memperberat disfungsi paru yang terjad akibat kegemukan.

Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia. Prof. Zubairi Djoerban memperingatkan adanya korelasi antara kondisi orang obesitas dengan risiko kematian akibat virus corona COVID 19. Dalam unggahannya, beliau menuliskan bahwa “Penelitian pada tikus membuktikan bahwa tikus yang obes didapati kehilangan fungsi limfosit T dan kemampuannya melawan penyakit. Sehinga kondisinya jauh lebih buruk ketimbang tikus yang tidak obes.” Angka kematian akibat covid 19 pada orang obes lebih tinggi hingga 48% daripada pasien covid 19 non obes.

obesitas dan covid 19
Keadaan Obesitas Berisiko Menderita Penyakit Penyerta Lain. (Sumber: Google)

Hubungan Obesitas dan Covid 19

Merangkum pernyataan dari kedua dokter yang telah disebutkan diatas, penderita obesitas berisiko mengalami perjalanan penyakit Covid 19 yang lebih buruk akibat:

  • Peradangan yang lebih hebat. Pada orang obesitas, terjadi peradangan kronik pada sel lemak di tubuhnya. Apabila terjadi infeksi akibat Covid 19, maka peradangan ini akan lebih buruk lagi.
  • Penyakit penyerta. Orang dengan tubuh obes biasanya juga disertai dengan penyakit lainnya seperti sindrom metabolik, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular dan lainnya. Hal ini akan memperberat infeksi virus akibat Covid 19.
  • Gangguan kekebalan tubuh. Seperti telah dijelaskan oleh dr. Brain Gantoro MGizi, Sp.GK diatas, kegemukan menyebabkan turunnya fungsi sistem imun tubuh. Hal ini akan menyulitkan tubuh dalam memerangi infeksi yang diakibatkan virus Covid 19.
  • Kurangnya nutrisi. Orang dengan tubuh obesitas berisiko memiliki kebiasaan asupan nutrisi yang tidak seimbang. Asupan karbohidrat dan makronutrien lainnya tidak sebanding dengan asupan mikronutrien harian. Sehingga, asupan mikronutrien yang didapatkan dari makanan sehari-hari tidak memenuhi angka kecukupan gizi yang telah ditetapkan. Padahal, makanan dengan gizi seimbang dan kandungan mikronutrien yang cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi kuman penyakit, termasuk Covid 19. Berbagai mikronutrien penting seperti vitamin B kompleks, vitamin C, Vitamin A, Vitamin D, dan vitamin E serta berbagai mineral seperti zat besi, seng, selenium dan lainnya turut berperan serta dalam membentuk sistem kekebalan tubuh. Defisiensi mikronutrien dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh anda.
obesitas dan covid 19
Junk Food berhubungan Erat dengan Obesitas dan defisiensi Mikronutrien. (Sumber: Google)
  • Kurangnya aktivitas fisik. Kegemukan dapat membuat seseorang malas beraktivitas fisik, yang akan meningkatkan risiko kekentalan darah, serta gangguan kardiovaskular dan sistem imun. Aktivitas fisik telah terbukti dapat membantu meningkatkan sistem imun dan menjaga daya tahan tubuh. Baca juga mengenai manfaat olahraga HIIT untuk menurunkan berat badan dan kesehatan disini.

Kesimpulan

Obesitas dan Covid 19 ternyata berhubungan dengan derajat keparahan penyakit. Perlu diketahui dan ditekankan bahwa, dalam hal berbicara mengenai nutrisi, one size doesn’t fit all. Sehingga, penanganan dan asupan nutrisi akan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Secara umum, anda perlu mengetahui kebutuhan nutrisi harian anda, baik makronutrien maupun mikronutrien. Anda dapat mempelajarinya lebih lanjut pada artikel ini. Apabila anda merasa bahwa asupan makanan anda sehari-hari kurang mencukupi kebutuhan nutrisi anda, anda dapat menambahkan suplemen yang mengandung mikronutrien sehingga Angka Kecukupan Gizi harian anda dapat terpenuhi. Jangan lupa juga untuk berolahraga secara teratur, beristirahat dan tidur dengan cukup, serta berpikiran positif agar tubuh dan jiwa anda selalu sehat.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *