Probiotik, The Nice Mikrobiota dan 9 Makanan Powerful

probiotik

Menjaga kesehatan pencernaan ternyata berhubungan dengan imunitas tubuh

Tidak semua kuman menimbulkan penyakit. Beberapa diantaranya bahkan bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh manusia sendiri merupakan sebuah ekosistem, tempat dimana banyak bakteri, jamur, bahkan virus dan parasit hidup di dalamnya. Mikrobiota ini hidup di kulit, hidung, mulut hingga pencernaan dan bagian tubuh lainnya. Jumlah mikrobiota yang hidup di tubuh manusia berjumlah milyaran, dan masing-masing memiliki fungsi dan interaksi dengan hostnya (manusia).

Salah satu mikrobiota yang bermanfaat bagi tubuh manusia adalah probiotik. Probiotik merupakan mikroorganisme yang secara alami terdapat dalam tubuh, dan dalam jumlah cukup bisa memberikan manfaat bagi tubuh manusia, khususnya pencernaan. Probiotik terutama hidup di usus besar, berkembang biak dan membantu sistem pencernaan dalam mencerna dan mengolah sisa makanan.

Jenis Probiotik

Probiotik biasanya merupakan bakteri, namun bisa juga berupa ragi (yeast). Disadur dari situs theasianparent, secara umum probiotik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Lactobacillus. Jenis ini merupakan jenis yang paling sering dan mudah ditemukan. Bakteri ini bermanfaat dalam megobati diare dan gangguan penyerapan laktosa. Produk susu seperti yoghurt dan produk maknaan yang difermentasikan biasanya memiliki bakteri jenis ini.
  2. Bifidobacterium. Jenis bakteri ini biasanya terdapat pada produk olahan susu. Bakteri ini bermanfaat untuk meredakan gangguan pencernaan jangka panjang seperti penyakit Irritable Bowel Syndrome (IBS).
  3. Saccharomyces boulardii. Berbeda dengan kedua jenis bakteri diatas, saccharomyces boulardii tergolong sebagai jamur probiotik. Jamur ini dapat mengobati diare dan gangguan pencernaan lainnya.

Jenis probiotik lainnya adalah streptococcus, enterococcus, escherichia, dan bacillus. Jenis probiotik yang berbeda akan memberikan manfaat yang berbeda juga bagi kesehatan tubuh.

Sumber Probiotik

Probiotik biasanya banyak terdapat pada makanan yang terfermentasi, seperti yoghurt, miso, kimchi, tempe, dan juga bisa didapatkan dalam bentuk suplemen. Berikut 9 jenis makanan yang mengandung probiotik yang sehat:

  1. Yoghurt. Yoghurt terbuat dari susu yang telah difermentasi oleh bakteri baik, terutama bakteri asam laktat dan bifidobacteria. Selain mengandung manfaat seperti susu, yoghurt dapat membantu mengatasi diare yang disebabkan antibiotik. Pemberian antibiotik pada anak dapat turut membunuh bakteri baik pada usus besar. Pemberian yoghurt dapat membantu mengembalikan mikrobiota di usus besar. Yoghurt juga cocok dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa. Karena, sebagian laktosa pada susu yang sulit dicerna telah diubah menjadi asam laktat oleh bakteri dalam yoghurt, sehingga tidak menimbulkan gejala pencernaan seperti kembung dan diare.
  2. Kefir. Dibuat dari susu sapi atau kambing dan ditambahkan biji kefir, minuman ini serupa dengan yoghurt, tapi ternyata memiliki manfaat yang bahkan lebih banyak lagi. Kefir mengandung beberapa strain utama dari bakteri dan ragi yang bersahabat, menjadikannya probiotic yang beragam dan kuat. Kefir juga ditoleransi dengan baik oleh penderita intoleransi laktosa.
  3. Sauerkraut (asinan kubis). Makanan ini terbuat dari kubis yang difermentasi oleh bakteri asam laktat. Sauerkraut adalah makanan tradisional yang populer di Eropa. Rasa makanan ini cenderung asin, dan teknik mengasinkannya membuat makanan ini tahan hingga berbulan – bulan bila disimpan dalam wadah kedap udara. Karena terbuat dari sayuran, makanan ini juga kaya akan serat, vitamin B dan vitamin C, vitamin K, zat besi dan mangan, serta antioksidan seperti lutein yang penting untuk kesehatan mata.
  4. Tempe. Makanan lokal asli Indonesia ini ternyata mengandung probotik dalam jumlah yang banyak. Tempe merupakan produk kedelai yang difermentasi. Proses fermentasi ini membantu menurunkan asam fitat, zat pada kacang kedelai yang menghambat penyerapan mineral. Karena itu, tempe merupakan olahan kedelai yang mineralnya lebih mudah diserap oleh tubuh. Fermentasi juga meningkatkan jumlah vitamin B12 yang biasanya ditemukan pada protein hewani. Karena itu, selain mengandung asam amino yang cukup lengkap, tempe juga mengandung vitamin dan mineral serta probiotik yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Harganya pun cukup murah akrena merupakan produk asli makanan Indonesia. Baca juga mengenai manfaat protein disini.
  5. Kimchi. Seiring dengan populernya film drama Korea belakangan ini, kimchi pun mulai populer sebagai makanan di Indonesia. Kimchi menyerupai Sauerkraut, terbuat dari kubis atau jenis sayur lainnya, yang difermentasi dan biasanya memiliki rasa pedas. Kimchi mengandung bakteri Lactobacillus kimchii, serta bakteri asam laktat lain yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. 
  6. Miso. Miso merupakan bumbu masakan ala Jepang. Bumbu ini dibuat secara tradisional dengan cara fermentasi kedelai dengan garam dan sejenis jamur yang disebut koji. Miso memiliki rasa yang cukup asin, dan biasanya digunakan untuk membumbui sup dan dicampur dengan rumput laut. Karena terbuat dari kedelai, miso memiliki kandungan nutrisi yang identik dengan produk kedelai lainnya. Miso dikaitkan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di jepang, serta penurunan risiko terkena stroke.
  7. Kombucha. Minuman ini terbuat dari teh hitam atau teh hijau yang difermentasi. Kombucha banyak dikonsumsi oleh masyarakat di banyak belahan dunia, terutama Asia. 
  8. Acar. Acar adalah mentimun yang diasamkan dengan larutan garam dan air. Campuran ini dibiarkan berfermentasi untuk beberapa waktu menggunakan bakteri asam laktat yang secara alami ada. Proses ini membuat mentimun menjadi asam. Acar mentimun merupakan makanan rendah kalori dengan manfaat probiotik. Namun, konsumsinya perlu dibatasi karena mangandung garam yang cukup tinggi. Acar yang dibuat dengan campuran cuka tidak mengandung probiotik karena cuka akan membunuh bakteri probiotik. Baca juga mengenai diet dash disini.
  9. Keju. Tidak semua keju mengandung probiotik. Beberapa jenis yang mengandung probiotik antara lain keju gouda, keju mozzarella, keju cheddar, dan keju cottage. Keju terbuat dari susu, sehingga memiliki kandungan nutrisi yang serupa dengan susu.
probiotik
Tempe merupakan sumber probiotik yang murah dan mudah didapatkan.

Manfaat Probiotik

Sebagai mikrobiota yang hidup dalam pencernaan manusia, probiotik memberikan banyak manfaat bagi tubuh manusia. Dilansir dari buku Krausse Mahans, manfaat probiotik antara lain adalah:

  • Mengubah serat yang tidak tercerna menjadi asam lemak rantai pendek seperti asetik, propionik, butirat, dan asam laktat. Asam lemak rantai pendek (SCFA) ini menjadi sumber energi utama bagi dinding usus besar terutama bagian distal. SCFA juga berperan dalam menstimulasi sistem imun dan membantu menjaga agar zat asing tidak mudah masuk ke dalam tubuh via pencernaan. 
  • Membantu sintesis beberapa jenis vitamin, yaitu vitamin B1, B2, B12, dan vitamin K.
  • Membantu menjaga berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jenis probiotik pada orang dengan obesitas dan orang dengan berat badan normal. Penelitian juga menunjukkan bahwa apabila orang dengan obesitas rutin mengonsumsi probiotik Lactobacillus gasseri selama 12 minggu, terdapat penurunan lemak perut sekitar 8,5 %. Apabila konsumsi dihentikan, maka lemak perut akan kembali ke kadar semula dalam waktu 4 minggu.
  • Menjaga keseimbangan flora usus. probiotik menjaga keseimbangan flora usus, yang ternyata berhubungan erat dengan berbagai macam penyakit seperti diabetes melitus tipe 2, sindrom metabolik, penyakit jantung, kanker usus besar, Alzheimer, dan depresi.

Kesimpulan

Kesehatan pencernaan sangat berhubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menjaga keseimbangan flora normal pencernaan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan probiotik dapat membantu menjaga kesehatan tubuh anda.

Related Articles

Anemia dan Gejalanya

Penyakit anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Hal ini terjadi ketika hemoglobin di dalam sel-sel darah merah tidak cukup, seperti protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *