Powerful Protein: 8 Fungsi Protein Dan Manfaatnya Bagi Tubuh

protein

Protein bukan hanya sekedar bahan pembentuk otot tubuh

Siapa yang tidak kenal dengan protein? Diet Keto yang akhir – akhir ini mulai populer lagi, memperkenalkan diet makanan tinggi lemak dan tinggi protein sebagai asupan sehari  hari, serta menghindari makanan dengan kandungan karbohidrat. Akibatnya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui makanan sumber protein untuk dikonsumsi sehari – hari.

Protein ditemukan pertama kali pada tahun 1838 oleh Jons Jakob Berzelius. Kata protein berasal dari kata protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Sesuai namanya, protein merupakan komponen utama penyusun sel jaringan makhluk hidup.

Fungsi Biologis Protein

Fungsi biologis membedakan berbagai jenis protein berdasarkan fungsinya terhadap tubuh mahluk hidup. Ternyata, protein bukan hanya bahan baku pembentuk otot tubuh, tetapi memegang banyak peranan penting pada fungsi tubuh kita. Dikutip dari ruangguru, fungsi biologis protein adalah sebagai berikut:

Sebagai Enzim

Fungsi enzim adalah untuk membantu dan mempercepat proses metabolisme di dalam tubuh, yang dalam ilmu biologi disebut sebagai biokatalisator. Bagian utama molekul enzim yang disebut apoenzim merupakan molekul protein.

Alat angkut (protein transport)

Protein yang berfungsi sebagai alat angkut di dalam tubuh antara lain adalah hemoglobin dan mioglobin. Hemoglobin merupakan protein yang berperan mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedangkan mioglobin berperan dalam pengangkutan ion besi di dalam plasma darah yang selanjutnya dibawa ke dalam hati.

Pengatur Gerakan (Kontraktil)

Gerakan otot disebabkan oleh dua molekul protein yang saling bergeseran. Molekul protein penggerak antara lain aktin dan miosin.

Penyusun Jaringan (Struktural)

Berfungsi sebagai pelindung jaringan dibawahnya, misalnya keratin pada kulit dan lipoprotein yang menyusun membran sel.

Protein Cadangan

Merupakan protein yang berfungsi sebagai cadangan makanan, misalnya kecambah dan ovalbumin.

Antibodi 

Antibodi dalam tubuh juga terbuat dari protein. Antibodi berperan dalam melindungi tubuh dari mikroorganisme patogen.

Pengatur reaksi

Berfungsi sebagai pengatur reaksi di dalam tubuh, misalnya insulin yang berperan dalam mengubah glukosa menjadi glikogen. Insulin merupakan hormon yang terbuat dari protein

Pengendali pertumbuhan

Bekerja sebagai penerima (reseptor) yang dapat memengaruhi fungsi bagian-bagian DNA.

Keseimbangan Nitrogen

Dalam tubuh, protein mempengaruhi keseimbangan nitrogen tubuh. Protein dalam makanan diperlukan untuk menyediakan asam amino, yang kemudian akan digunakan untuk memroduksi senyawa nitrogen yang lain. Hal ini dilakukan untuk mengganti protein dalam jaringan yang mengalami proses penguraian, dan mengganti nitrogen yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea. 

Keseimbangan nitrogen adalah perbedaan antara jumlah nitrogen yang masuk ke dalam tubuh setiap hari (terutama dari protein makanan) dan jumlah senyawa bernitrogen yang keluar melalui air kemih keringat, tinja, dan sel-sel yang terlepas. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan nitrogen pada orang sehat yakni 28 g/hari untuk orang yang berbobot 70 kg atau 0,4 g/kgBB/hari. 

Lalu apa yang akan terjadi bila keseimbangan nitrogen terganggu?

Jika nitrogen yang dikonsumsi lebih besar dari nitrogen yang diekskresikan, keseimbangan nitrogen disebut positif, dan disebut negatif untuk keadaan sebaliknya. Keseimbangan nitrogen akan tercapai bila nitrogen yang dikonsumsi sama besar dengan nitrogen yang diekskresikan.

Keseimbangan Nitrogen Positif 

Terjadi Ketika jumlah nitrogen (bersumber dari protein) yang diserap melebihi jumlah yang dibuang keluar oleh tubuh. Jadi, sejumlah nitrogen tertahan dalam tubuh untuk pembentukan jaringan baru. Biasanya jenis keseimbangan ini terjadi pada anak yang sedang tumbuh, ibu hamil dan menyusui, masa penyembuhan penyakit, dan pembentukan jaringan baru.

Keseimbangan nitrogen positif, apabila terjadi pada masa pertumbuhan, kehamilan, menyusui, atau latihan membentuk otot, akan menambah massa otot. Namun, apabila terjadi tidak dalam keadaan seperti yang disebutkan, maka protein yang berlebih akan diubah menjadi lemak dan disimpan dalam tubuh.

Asupan protein yang berlebihan juga dapat mempengaruhi proses metabolisme, dan memperberat kerja ginjal. Hal ini terjadi akibat sisa metabolisme protein yang diubah menjadi asam amino, akan menghasilkan urea. Urea harus disaring dan dibuang oleh ginjal melalui urine. Sehingga, kelebihan protein dapat membuat ginjal bekerja ekstra.

protein
Asupan protein harus disertai latihan fisik untuk dapat membentuk massa otot. (Sumber: Google)

Keseimbangan Nitrogen Negatif

Terjadi ketika jumlah protein yang terbuang melebihi jumlah protein yang termakan. Atau, Ketika jumlah protein yang dikonsumsi kurang dari kebutuhan protein minimum tubuh, sehingga tidak ada pembentukan jaringan baru dan protein dibakar untuk memenuhi kebutuhan energi. 

Hal ini bisa terjadi pada penyakit sindrom nefrotik, dimana terjadi kebocoran ginjal dan protein dikeluarkan melalui urin. Selain itu, bisa juga terjadi ketika terdapat kenaikan katabolisme jaringan, seperti pada demam, hipertiroid, kanker, penyakit infeksi, puasa, dan kelaparan.

Keseimbangan nitrogen negatif akan menyebabkan tubuh mengambil cadangan protein dari otot, sehingga mengurangi jumlah massa otot tubuh.

Kesimpulan

Protein sebagai nutrisi makro diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan bagi anak – anak, dan sebagai bahan baku untuk memperbaharui jaringan pada orang dewasa. Kekurangan asupan protein dapat mengurangi jumlah massa otot tubuh, dan pada akhirnya dapat mengurangi laju metabolisme dan mengganggu kesehatan.

Sementara itu, asupan protein yang berlebih tanpa disertai aktivitas fisik yang memadai, akan membuat tubuh menjadi gemuk. Hal ini akibat dari kelebihan protein yang akan diubah menjadi lemak dan disimpan didalam tubuh.

Cukupi kebutuhan protein anda minimal 0,4 g/kg berat badan/hari, dan jangan lupa untuk tetap beraktivitas fisik secara teratur agar badan sehat dan bugar. 

Related Articles

Anemia dan Gejalanya

Penyakit anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Hal ini terjadi ketika hemoglobin di dalam sel-sel darah merah tidak cukup, seperti protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *