Delicious! Agar, Jeli, dan Gelatin: 3 Bahan Serupa Tapi Tak Sama

jeli

Sama-sama kenyal di mulut, apakah agar, jeli dan gelatin memiliki kandungan yang serupa?

Mengonsumsi kudapan dengan rasa manis tentunya terasa enak. Apalagi di acara-acara besar seperti pesta, pasti desert dengan bahan agar, jeli atau gelatin bisa ditemukan sebagai pelengkap. Hidangan kenyal ini akan semakin memeriahkan suasana, dan tentunya sulit dilewatkan oleh tamu undangan karena tampilannya yang segar dan berwarna warni.

Memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang hampir mirip, ketiganya akan sulit dibedakan oleh orang yang jarang mengolah bahan – bahan dasar ini. Padahal, ketiganya memiliki bahan asal yang berbeda, dan memiliki kandungan nutrisi yang juga berbeda. Yuk kenali perbedaannya.

Bahan Dasar

Agar

Agar-agar berasal dari rumput laut atau alga. Berdasarkan struktur kimianya, Agar adalah polisakarida tak bercabang yang terdiri dari unit galaktosa, sehingga termasuk golongan karbohidrat. Meskipun begitu, Agar hampir tidak memiliki kalori. Hal ini terjadi karena Agar sulit untuk dicerna oleh enzim pencernaan manusia, sehingga Agar termasuk ke dalam serat. Karena sebagian besar terdiri dari serat yang tidak terserap tubuh, Agar mengandung jumlah kalori yang cukup kecil, yaitu sekitar 10 hingga 26 kalori per 100 gramnya.

Agar mengandung beragam zat gizi mikro seperti mangan, magnesium, folat, dan zat besi. Agar juga mengandung kalium yang tinggi. Kalium berfungsi untuk mendukung kesehatan tekanan darah, jantung, kekuatan tulang, dan otot.

Rumput laut dalam agar-agar juga tinggi magnesium yang sangat penting bagi kesehatan untuk membangun energi, pembentuk protein, perbaikan gen, pergerakan otot, dan sistem saraf. Rumput laut kaya akan serat yang sangat penting untuk kelancaran pencernaan. Serat dalam rumput laut juga membantu kesehatan usus. Rumput laut tinggi kalsium yang akan memberikan kekuatan pada jaringan di tulang dan gigi.

Jeli

 Mirip dengan agar-agar, jeli juga merupakan olahan dari rumput laut. Bedanya, pada jeli, rumput laut juga dipadukan bersama umbi iles-iles atau konyaku. Konyaku juga dikenal sebagai konjac dan glukomanan, adalah tumbuhan yang ditemui di beberapa bagian Asia. Umbi konyaku dikenal sebagai pengganti gelatin untuk mengentalkan atau menambah tekstur pada makanan. Sama seperti rumput laut, konyaku juga kaya akan serat. Sekitar satu balok konyaku mengandung 10 kalori saja, karena 97 % nya adalah air.

Kandungan serat konyaku yang tinggi memiliki banyak manfaat kesehatan. Serat larut membantu menurunkan kolesterol dan kadar glukosa darah. Makanan tinggi serat juga dapat membantu mengatur pergerakan usus, mencegah wasir, dan membantu mencegah penyakit divertikular.

Glukomanan yang ada pada konyaku juga sangat baik untuk menurunkan berat badan. Glukomanan dapat membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama dengan memperlambat laju pengosongan sistem pencernaan.

Baca juga mengenai manfaat serat disini.

Gelatin

Gelatin berasal dari protein hewani. Seperti protein hewani lainnya, gelatin mengandung asam amino yang cukup lengkap, kecuali asam amino triptofan. Karena itu, gelatin merupakan sumber protein yang cukup baik.

Gelatin murni mengandung sekitar 62 kalori per 100 gram. Jumlah kalori ini tentu jauh lebih besar daripada Agar dan Jelly. Namun, kalori ini didapatkan dari protein yang terkandung pada gelatin tersebut, sehingga gelatin dapat menjadi sumber protein yang menyenangkan untuk mendukung fungsi berbagai organ, dan pembentukan otot serta massa tubuh. Gelatin juga kaya akan kolagen, yang dikenal sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang, sendi, kulit, dan rambut.

Asam amino glisin dalam gelatin dapat membantu mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2. Glisin dalam gelatin juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Gelatin mengandung asam glutamat, suatu zat yang dapat membantu produksi lapisan mukosa yang sehat di perut. Glutamin telah terbukti meningkatkan kekuatan dinding usus dan membantu mencegah masalah usus dan pencernaan. . Gelatin juga berikatan dengan air yang dapat membantu makanan bergerak melalui sistem pencernaan.

jeli
Panna Cotta, Hidangan Khas dari Italia berbahan gelatin. (sumber Gambar: Google)

Pengolahan gelatin dengan buah untuk menjadi hidangan penutup harus berhati-hati. Karena, beberapa buah seperti pepaya, kiwi, mangga, dan nanas memiliki enzim bromelin yang dapat merusak struktur gelatin dan menjadikannya encer dan sulit memadat.

Tekstur

Banyak yang berpikir bahwa tekstur Agar, Jelly, dan Gelatin mirip. Ketiganya memang mengandung kadar air yang cukup banyak, sehingga memberikan rasa segar terutama bila dihidangkan dingin. Tekstur kenyal yang dirasakan pada Agar, Jelly dan Gelatin sebenarnya sedikit berbeda satu sama lain.

Agar

Agar memiliki tekstur yang paling keras. Meskipun masih kenyal, Agar terasa lebih “getas” dibandingkan dengan Jelly maupun gelatin. Karena itu, Agar seringkali dipakai untuk hidangan pencuci mulut yang padat, seperti campuran puding busa atau puding biasa yang tidak kenyal. 

Jeli

Jelly memiliki tekstur lebih kenyal dan “bouncy”, biasanya pengolahannya dipadukan dengan buah – buahan sehingga terasa lebih segar.

Gelatin

Gelatin memiliki tekstur paling lembut, dan penggunaannya sebenarnya paling luas. Ya, gelatin tidak hanya digunakan untuk bahan dasar kudapan, tapi juga bisa digunakan dalam bidang medis (bahan kapsul), atau bahkan kosmetik. Sebagai bahan dasar makanan penutup, gelatin justru paling jarang digunakan. Hal ini karena selain sulit didapatkan, harganya pun jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan Agar dan Jelly. Selain itu, umat muslim harus berhati-hati dalam memilih gelatin dan memastikan sumbernya berasal dari hewan yang halal.

Metode Penggunaan

Mengutip situs fibercreme.com, Agar dan Jelly harus dimasak dengan air mendidih terlebih dahulu, lalu didinginkan untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan. Sementara, gelatin lebih praktis penggunaannya. Gelatin lembaran cukup direndam dalam air bersuhu ruangan hingga lunak, dan gelatin bubuk bisa direndam dalam air panas atau hangat. 

Agar dan Jelly digunakan secara luas di Indonesia. Dari hidangan sederhana yang tinggal ditambah gula dan air, hingga kreasi dengan menggunakan buah, susu, dan telur menjadi puding pun banyak dihidangkan di rumah-rumah dan menghiasi masa kecil kita. 

Gelatin biasanya digunakan dalam hidangan seperti panna cotta, hindangan khas Italia dengan tekstur yang lembut. Kebanyakan konsumsi gelatin di Indonesia berasal dari makanan ringan seperti gummy, marshmallow, dan kudapan manis lainnya.

Kesimpulan

Agar dan jeli dapat menjadi sumber serat yang baik untuk pencernaan anda. Sementara, gelatin dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian anda. Hanya saja, gunakan kadar gula pasir secukupnya saja, atau gunakan pemanis alami lain seperti stevia dan erythitol sehingga tidak membuat gula darah anda melonjak tinggi. Hindari penggunaan pewarna berlebihan, gunakan warna alami dari buah-buahan agar kudapan anda lebih sehat. Selamat menikmati!

Baca juga mengenai manfaat gula alkohol disini.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *