Important! 3 Faktor Keberhasilan Program Hamil (Punya Anak)

Program Hamil

Definisi

Program hamil merupakan sebuah program pada pasangan suami-istri untuk mencapai kehamilan dimana janin tersebut berasal dari pembuahan sel telur istri dan sel sperma suami.

Dari definisi tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa program hamil merupakan program punya anak untuk suami dan istri, dimana hasil dari kehamilan tersebut berasal dari sel telur istri dan sel sperma suami. Di beberapa literatur dikatakan bahwa penyebab infertilitas berasal dari:

  • 40% Faktor Istri (Sel Telur, Rahim, Tuba)
  • 40% Faktor Suami (Sperma, Cairan Semen)
  • 20% Unexplained Infertility (Belum dapat dijelaskan)

Bila sebuah program hamil HANYA mengobati faktor istri SAJA, tanpa melihat faktor dari suami….maka probabilitas keberhasilan punya anak tersebut sudah menurun sebanyak 40%.

Faktor Istri

Endometriosis
Female Infertility

Sel Telur (Oosit)

Dalam program hamil, Istri diharapkan dapat menghasilkan sel telur yang baik. Sel telur yang baik didapat dari menjaga kadar hormon dan asupan yang seimbang. Sel telur tersebut pun diharapkan dapat matang pada waktu yang tepat (sesuai siklus menstruasi).

Tuba Falopi (Fallopian Tube)

Tuba falopi merupakan sebuah tuba yang sangat penting dalam proses fertilitas. Di tuba ini lah tempat bertemunya sel sperma dengan sel telur tersebut. Oleh karena itu, ketika dalam proses program hamil, diharapkan tuba falopi istri patent (tidak tersumbat)

Rahim (Womb)

Rahim merupakan tempat menempelnya Embrio. Di rahim inilah Emmbryo akan mendapatkan nutrisi dari Ibu untuk perkembangannya hingga dapat tumbuh menjadi janin yang matang sehingga siap untuk dilahirkan ke dunia.

Baca mengenai Endometriosis, penyakit yang dapat menurunkan keberhasilan punya anak.

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Faktor Istri, silahkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan (Obgyn)

Faktor Suami

Male Fertility

Faktor suami merupakan faktor yang sering dilupakan dalam usaha untuk punya anak, Padahal pemeriksaan fertilitas pria sama pentingnya dengan pemeriksaan fertilitas wanita.

Sperma

Dalam keadaan normal, sperma masuk ke saluran reproduksi istri dalam jumlah yang banyak. Walaupun yang dibutuhkan HANYA 1 sperma saja untuk fertilisasi sel telur, namun bisa dibilang HAMPIR tidak mungkin hanya dengan 1 sperma terjadi kehamilan alami.

Hal ini disebabkan saluran reproduksi wanita memiliki banyak mekanisme yang berfungsi untuk mematikan sperma, oleh karena itu jumlah sperma yang adekuat dibutuhkan untuk melewati saluran reproduksi wanita. Selain jumlah yang cukup, bentuk sperma dan gerakan sperma juga memiliki andil dalam keberhasilan proses reproduksi pasangan.

Cairan Sperma (Semen)

Cairan Semen merupakan cairan tempat sperma berenang. Kondisi cairan semen ini sangat mempengaruhi keadaan sperma. Bila cairan tersebut memiliki banyak Leukosit, pH yang terlalu rendah, ataupun kekentalan yang berlebihan, maka dapat mempengaruhi gerakan serta kehidupan sperma di dalamnya, serta menurunkan angka keberhasilan untuk punya anak.

Produksi sperma juga sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon pria tersebut, tingkat stressor, dan radikal bebas yang terpapar dalam kehidupan sehari-hari. Radikal bebas yang paling sering mengganggu kualitas sperma berasal dari asap rokok, polusi udara. Kondisi sperma yang kurang optimal juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit penyerta seperti diabetes, strok, dan varikokel.

Yang menjadi GOLD STANDARD dalam mendeteksi varikokel adalah dengan pemeriksaan USG testis. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pelebaran pada vena-vena di area PLEXUS PAMPINIFORMIS.

Unexplained Infertility

Keadaan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan ditegakkan bila pada pemeriksaan tidak ditemukan kelainan pada istri dan suami, namun belum juga berhasil hamil walaupun sudah berhubungan rutin tanpa alat kontrasepsi.

Dalam kondisi unexplained infertility, pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk mendeteksi masalah lain yang mungkin terjadi. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan Anti-Sperm Antibody (ASA). ASA merupakan antibodi yang didesain untuk melumpuhkan sperma yang masuk. Bila ASA terlalu tinggi, sulit untuk sperma dapat bertemu dengan sel telur (oosit). ASA juga dapat memicu terjadinya keguguran berulang, kegagalan pada inseminasi buatan (IUI), dan kegagalan pada Bayi tabung (IVF)

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Faktor Suami, silahkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi

Kesimpulan

Pada zaman dahulu, kegagalan hamil dianggap sebagai kesalahan mutlak istri. Hal ini terjadi karena seakan-akan istri tidak mampu memberikan keturunan, namun harus diingat pula bahwa “bibit” janin yang seharusnya ada pada rahim istri juga berasal dari SEL SPERMA dan SEL TELUR.

Dapat dilihat bahwa untuk program hamil dibutuhkan perjuangan dari kedua belah pasangan (suami dan istri), karena sesungguhnya perjuangan untuk mendapatkan buah hati merupakan perjuangan Suami dan Istri. Program hamil tidak mungkin berhasil bila saling menyalahkan, ataupun tidak adanya kerjasama dari Istri dan Suami

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *