Defisiensi Zat Gizi: 10 Lifestyle dan Kondisi Penyebab Anda Rentan Mengalaminya

defisiensi zat gizi

Defisiensi zat gizi seringkali tidak disadari hingga tahap lanjut dan menimbulkan masalah.

Gaya Hidup dan Defisiensi Zat Gizi

Gaya hidup masa kini yang menjunjung teknologi membuat semuanya serba cepat, instan, dan padat. Kesibukan anda sehari-hari dapat membuat pilihan asupan makanan anda menjadi makanan yang tersaji cepat dan dapat dimakan sambil beraktivitas (on-the-go). Tanpa disadari, pola makan anda dapat membuat anda rentan terhadap kekurangan zat gizi yang penting untuk tubuh anda.

Selain itu, aktivitas manusia kini lebih banyak di dalam ruangan, dengan pergerakan yang terbatas dan sinar matahari yang minim. Padahal, rutin beraktivitas di bawah sinar matahari dapat membantu anda untuk mendapatkan vitamin D, serta mengaktifkan hormon pemicu rasa bahagia.

Penyebab Defisiensi Zat Gizi

Sebagai bahan pertimbangan, anda dapat melihat apakah anda memiliki potensi untuk kekurangan vitamin atau mineral dari keterangan sebagai berikut:

Pola Makan Tidak Sehat

Tanpa adanya variasi dan berbagai jenis sayur dan buah dalam menu sehari-hari, tentunya anda akan memiliki risiko untuk mengalami defisiensi vitamin dan mineral. 

Obesitas atau Menderita Penyakit Tertentu

Orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko kekurangan vitamin D, dan mungkin memerlukan asupan vitamin D 2 hingga 3 kali lipat lebih banyak dari kebutuhan harian orang dengan berat badan normal. Sementara itu, kelainan makan seperti bulimia dan anoreksia nervosa jelas akan membuat penderitanya kekurangan banyak zat gizi yang penting.

Baca juga mengenai hubungan vitamin D dan kesuburan disini.

Kehamilan dan Menyusui

Proses kehamilan dan menyusui dapat meningkatkan risiko defisiensi zat gizi. Mual dan muntah yang biasanya dialami pada awal kehamilan membuat calon ibu sulit mendapatkan nutrisi yang cukup. Selain itu, angka kecukupan gizi harian selama hamil dan menyusui lebih besar daripada sebelum hamil. Sehingga, anda perlu menyesuaikan asupan makanan dan bila perlu mengkonsumsi suplemen tambahan selama masa – masa ini.

Berolahraga

Ya, anda tidak salah baca. Dikutip dari Prevention.com, Berolahraga memang menyehatkan, namun apabila tidak diimbangi dengan asupan makanan yang bergizi dan seimbang, anda memiliki risiko kekurangan vitamin B1, B6, dan B12. Maka, apabila anda sedang berusaha menurunkan berat badan dengan rajin berolahraga dan mengurangi asupan makanan, usahakan anda tetap memenuhi angka kebutuhan gizi harian anda.

Baca juga mengenai manfaat olahraga bagi kesuburan disini.

Konsumsi Alkohol dan Obat-Obatan Tertentu

Konsumsi alkohol berlebihan dapat memuat seseorang rentan kekurangan vitamin dan mineral. Beberapa obat-obatan tertentu seperti anti kejang dan anti hipertensi juga dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral. Obat hipertensi seperti diuretik contohnya, akan meningkatkan kehilangan magnesium via urin.

Baca juga mengenai pentingnya magnesium bagi tubuh disini.

defisiensi zat gizi
Konsumsi Alkohol Secara Berlebihan Membuat Anda Rentan Defisiensi Zat Gizi Tertentu. (Sumber Gambar: Google)

Pengolahan Makanan yang Tidak Tepat

 Cara pengolahan makanan pun dapat berpengaruh terhadap kandungan gizinya. Pengolahan makanan yang terlalu lama, atau menggunakan air rebusan yang dibuang berpotensi turut mengurangi zat gizi makanan. Karena itu, pelajari cara memasak yang baik, sehingga anda terhindar dari risiko defisiensi zat gizi.

Kurang Aktivitas di Bawah Sinar Matahari

Akibat pandemi ini, banyak orang memilih untuk beraktivitas di dalam rumah untuk menghindari penularan. Akibatnya, paparan sinar matahari pun berkurang, sehingga anda berisiko mengalami defisiensi vitamin D.

Baca juga mengenai manfaat jalan kaki bagi kesehatan disini.

Terlalu Banyak Berjemur

Sayangnya, bagi orang yang terlalu banyak berjemur pun dapat menimbulkan risiko kekurangan asam folat. Jenis vitamin B yang satu ini dapat rusak akibat kulit terlalu banyak terpapar sinar matahari. 

Menderita Alergi Makanan atau Memiliki Diet Tertentu

Apabila anda memiliki alergi makanan tertentu, anda juga berpotensi kekurangan zat gizi. Seafood banyak mengandung omega 3 dan vitamin D, sehingga orang dengan alergi seafood harus mendapatkannya dari sumber yang lain. Orang dengan diet non gluten memiliki risiko mengalami kekurangan serat, serta defisiensi vitamin B, vitamin D, kalsium, zinc, tembaga, vitamin A, E, dan K. Sementara itu, vegetarian memiliki risiko yang tinggi untuk menderita vitamin B12. 

Baca juga mengenai pentingnya omega 3 disini.

Donor Darah

Ya, satu lagi kegiatan yang digadang-gadang menjadi salah satu kegiatan yang mulia dan turut membantu menjaga kesehatan anda, ternyata juga meningkatkan risiko anda terkena anemia. Karena itu, apabila anda rutin mendonorkan darah anda, jangan lupa untuk menjaga asupan makanan kaya zat besi untuk selalu ada dalam menu anda sehari – hari.

Apabila anda merasa aktivitas dan makanan sehari-hari anda kurang sehat dan kurang memenuhi kebutuhan gizi, anda dapat menambahkan suplemen multivitamin dan mineral. Jenis dan jumlahnya tentu tergantung dari pola hidup, aktivitas, dan kebiasaan makan anda sehari-hari. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *