Important News: 12 Mitos Covid-19 Yang Perlu Diketahui Kebenarannya

Pandemi Covid 19 telah memasuki Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Seluruh dunia merasakan efek dari pandemi ini, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, hingga sosial harus merasakan dampak dari tersebarnya virus ini.

Berbagai informasi mengenai Covid-19 sangat banyak tersebar di jagat maya. Namun, tidak semua informasi tersebut memuat berita yang benar mengenai Covid-19. Dikutip dari mayoclinic, dibawah ini merupakan sebagian dari mitos Covid-19 yang beredar dan faktanya.

Mitos Covid-19

Vaksin Flu dan Pneumonia Dapat Mencegah Covid-19

Hingga kini, vaksin untuk mencegah Covid-19 masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Vaksin flu dan pneumonia tidak dapat memberikan perlindungan terhadap Covid-19. Namun, kedua vaksin ini direkomendasikan dilakukan untuk mencegah flu dan pnemunia pada usia diatas 6 tahun.

Bilas Hidung

Belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa melakukan saline nasal wash dapat melindungi anda dari tertular Covid-19. Namun, anda akan mendapatkan manfaat apabila terbiasa melakukannya secara rutin.

Suhu Tinggi

Paparan tubuh terhadap sinar matahari atau suhu diatas 25 C tidak mencegah penularan Covid-19. Meskipun matahari terik, cuaca panas dan lembab, anda tetap dapat tertular apabila tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Mandi dengan air hangat juga tidak membantu mencegah penularan virus ini.

Suhu Rendah

Virus Covid-19 dapat bertahan pada suhu dingin. Sehingga, anda tetap dianjurkan untuk mencuci sayur dan buah – buahan yang disimpan dalam lemari es sebelum dikonsumsi.

Antibiotik

Mitos Covid-19 ini sempat marak beberapa waktu lalu. Padahal, antibiotik ditujukan untuk membunuh bakteri, sedangkan Covid-19 merupakan virus. Sehingga, konsumsi antibiotik tidak dapat mencegah atau mengobati anda dari penyakit ini. Namun, pasien penderita Covid-19 yang dirawat di RS bisa diberikan pengobatan dengan antibiotik apabila juga terdapat infeksi bakteri.

Alkohol dan Spray Klorin

Menyemprotkan alkohol atau klorin ke tubuh anda tidak dapat membunuh virus yang terlanjur masuk. Selain itu, alkohol dan klorin juga dapat mengiritasi kulit dan mukosa seperti mata, dan saluran pernapasan. Beberapa bulan lalu, sempat marak kasus selebgram yang memberikan tutorial untuk menggunakan larutan Dettol pada humidifier. Hal ini dapat berbahaya dan sangat tidak dianjurkan, karena dapat menimbulkan cedera pada saluran napas akibat menghirup zat iritan. Alih-alih terhindar dari virus, anda malah harus dirawat di rumah sakit akibat cedera saluran napas.

mitos Covid-19
Jangan Sembarangan Menggunakan larutan pada Humidifier (Sumber Gambar: Google)

Meminum Minuman Beralkohol

Meminum minuman beralkohol tidak dapat membunuh virus yang terlanjur masuk ke tubuh anda. Karena, virus yang sudah berikatan dengan reseptor akan segera masuk ke sel dan memperbanyak diri, lalu akan mulai beredar di darah. 

Bawang Putih

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi bawang putih dapat mencegah penularan virus Covid-19.

Lampu UV Untuk Disinfektan Tubuh

Lampu ultraviolet dapat digunakan untuk mendisinfektasi permukaan benda seperti meja, kursi, pintu, dan lain sebagainya. Namun, mohon jangan menggunakan lampu UV untuk mendisinfektan tubuh, karena lampu ini dapat menimbulkan iritasi bagi kulit.

Jaringan Komunikasi 5G

Mitos Covid-19 yang satu ini sempat menimbulkan anarki pada beberapa daerah. Pada bulan April-Mei lalu, marak berita mengenai teori konspirasi yang menyebutkan bahwa jaringan 5G dapat menyebabkan seseorang mudah tertular Covid-19. Akibatnya, platform media sosial dipaksa untuk mengambil tindakan untuk menghentikan penyebaran narasi tersebut setelah serangkaian menara-menara 5G dibakar.

Melansir CNN, teori yang mencoba menghubungkan pandemi Covid-19 dengan 5G dinilai tidak masuk akal. Sebab, Covid-19 disebabkan oleh virus menular dan menyebar di wilayah dunia yang bahkan belum memiliki teknologi 5G.

Disinfektan

Seperti lampu UV, disinfektan digunakan untuk mendisinfeksi permukaaan benda-benda dari kuman, termasuk Covid-19. Namun, jangan sekali-kali mengonsumsi disinfektan karena dapat menimbulkan efek fatal bagi tubuh. Sebaiknya, gunakan juga hand sanitizer yang memang diperuntukkan untuk tubuh, jangan sembarangan menggunakan disinfektan yang tidak diperuntukkan untuk tubuh manusia.

Suplemen

Banyak kabar beredar bahwa vitamin tertentu dapat membantu mencegah dari tertular virus ini. Hal itu bisa benar terjadi, karena vitamin dapat membantu daya tahan tubuh. Namun, konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, cukup beristirahat, serta menjaga protokol kesehatan tetap menjadi kunci utama agar terhindar dari penyakit ini. Jangan sampai konsumsi vitamin dan suplemen malah membuat anda merasa aman dan lalai terhadap protokol kesehatan. Anda juga harus berhati-hati dalam mengkonsumsi suplemen yang diklaim mampu mencegah atau mengobati Covid-19. Beberapa jamu atau suplemen dapat menimbulkan reaksi alergi, atau bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan keracunan.

mitos covid-19
Selalu Perhatikan Komposisi Suplemen dan Jamu yang Akan Anda Konsumsi.
(Sumber Gambar: Google)

Kesimpulan

Berusaha melakukan berbagai cara untuk terhindar dari tertular Covid-19 memang baik, tapi sebaiknya anda mempelajari terlebih dahulu informasi yang anda dapatkan. Menjaga asupan makanan dengan gizi cukup dan seimbang, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, serta menerapkan protokol kesehatan seharusnya menjadi fokus utama dan diterapkan secaar disiplin dalam kehidupan anda sehari-hari.

Baca juga mengenai pentingnya masker kain yang tepat untuk mencegah penularan Covid-19 disini.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *