Masker SNI: 3 Standar Masker Kain untuk Mencegah Penularan Virus Covid-19

masker sni

Seperti apakah syarat masker SNI yang benar?

Sejak Maret 2020, Indonesia sudah termasuk negara yang terkena pandemi virus Covid-19. Protokol kesehatan pun mulai diterapkan. Pedoman untuk mencuci tangan dengan benar dan sering, menjaga jarka aman, serta menggunakan masker bila bepergian telah diterapkan untuk mencegah penularan virus ini.

Masker SNI

Dengan semakin bertambahnya jumlah kasus, serta informasi mengenai penularan virus Covid-19, maka Badan Sertifikasi Nasional (BSN) pada 22 September 2020 telah mengeluarkan aturan mengenai standar masker kain yang harus dipenuhi.

Penyebab penetapan aturan ini adalah akibat banyaknya penggunaan masker kain yang tidak memenuhi syarat untuk mencegah penularan Covid-19. 

Masker kain bisa berfungsi dengan efektif jika digunakan dengan benar, antara lain untuk mencegah percikan saluran nafas (droplet) mengenai orang lain.

Persyaratan Standar SNI

Saat ini, masker kain yang beredar di pasaran ada yang terdiri dari satu lapis, dua lapis dan tiga lapis. Contoh masker kain satu lapis yang banyak beredar adalah masker scuba atau buff. Namun, sesuai SNI, masker kain yang berlaku terdiri dari minimal dua lapis kain. Hal ini karena masker 1 lapis seperti scuba dan buff tidak dapat mencegah penularan Covid-19.

Berdasarkan informasi dari situs BSN, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil – Masker dari kain, di antaranya adalah sebagai berikut:

Masker harus memiliki minimal dua lapis kain

Pemilihan bahan untuk masker kain juga perlu diperhatikan, karena filtrasi dan kemampuan bernafas bervariasi tergantung pada jenis bahan.

Efisiensi filtrasi tergantung pada kerapatan kain, jenis serat dan anyaman. Filtrasi pada masker dari kain berdasarkan penelitian adalah antara 0,7 persen sampai dengan 60 persen. Semakin banyak lapisan maka akan semakin tinggi efisiensi filtrasi.

Dalam SNI 8914:2020, masker SNI dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu:

  • Tipe A masker kain untuk penggunaan umum
  • Tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri
  • Tipe C untuk filtrasi partikel
masker sni
Ketentuan Masker SNI sesuai tipe. (Sumber Gambar: Google)

Sebelum mendapat sertifikasi SNI, masker akan mendapat pengujian terlebih dahulu. Pengujian yang dilakukan terhadap masker tersebut diantaranya:

  • Uji daya tembus udara dilakukan sesuai SNI 7648
  • Uji daya serap dilakukan sesuai SNI 0279
  • Uji tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan ludah
  • Pengujian Zat warna azo karsinogen
  • Aktivitas antibakteri

Baca juga mengenai jenis masker kain disini.

Pengemasan

Masker dari kain harus dikemas per satuan dengan cara dilipat dan/atau dibungkus dengan plastik. Proses pengemasan masker kain pun tidak bisa sembarangan. Kemasan harus mencantumkan keterangan sesuai dengan syarat SNI.

Terkait penandaan pada kemasan masker dari kain sekurang-kurangnya harus mencantumkan:

  • Merek
  • Negara pembuat
  • Jenis serat setiap lapisan
  • Anti bakteri, apabila melalui proses penyempurnaan anti bakteri
  • Tahan air, apabila melalui proses penyempurnaan tahan air
  • Pencantuman label “cuci sebelum dipakai”
  • Petunjuk pencucian
  • Tipe masker dari kain

Dapat Dicuci Beberapa Kali

Masker kain perlu dicuci setelah pemakaian dan dapat dipakai berkali-kali.

Meski bisa dicuci dan dipakai kembali, masker kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari empat jam, karena masker kain tidak seefektif masker medis dalam menyaring partikel, virus dan bakteri. 

Cara pencucian masker kain sebaiknya adalah dengan segera direndam dengan air deterjen setelah digunakan (sebaiknya air panas dengan suhu 60-65 derajat Celcius), kucek hingga kotoran luruh, bilas dengan air mengalir hingga bersih, keringkan, dan setrika dengan suhu panas.

masker sni
Metode Pencucian Masker Kain yang Baik dan Benar. (Sumber gambar: Google)

Dalam ruang lingkup SNI itu, terdapat pengecualian, yaitu standar itu tidak berlaku untuk masker dari kain nonwoven (nirtenun) dan masker untuk bayi.

Menggunakan masker dengan cara yang baik, dan jenis yang tepat sudah seharusnya dilakukan oleh semua orang. Karena, menggunakan masker bukan semata – mata hanya untuk menghindari hukuman atau syarat keluar rumah, tapi sebagai proteksi bagi diri anda sendiri dan orang sekitar anda, serta keluarga di rumah. 

Dengan ditetapkan SNI masker kain, diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19 serta diikuti dengan tindakan tetap mengikuti protokol kesehatan, yakni menjaga jarak dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *