8 Aturan PSBB Transisi yang Ditetapkan

aturan PSBB transisi

Kenali Aturan PSBB Transisi yang telah ditetapkan mulai Senin 12 Oktober 2020

Mulai dari Senin, 12 Oktober 2020, DKI Jakarta telah menetapkan masa PSBB Transisi. Masa ini akan berlangsung selama 2 pekan, hingga tanggal 25 Oktober 2020. Alasan dilonggarkannya PSBB adalah karena jumlah kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota selama PSBB Ketat dinilai melambat.

Baca juga mengenai kegiatan untuk mengatasi kebosanan selama di rumah saja disini.

Sejumlah aturan telah ditetapkan selama menjalani masa PSBB Transisi ini. Dilansir dari Kompas.com, berikut sejumlah aturan PSBB Transisi di DKI Jakarta.

Aturan PSBB Transisi

Sekolah Belum Boleh Menjalankan Pembelajaran Tatap Muka

Selama masa PSBB Transisi ini, sekolah belum bisa melakukan tatap muka. Meski demikian, dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta telah dijelaskan mengenai aturan perlindungan kesehatan masyarakat di lingkungan sekolah. Di antaranya adalah kewajiban diterapkannya protokol kesehatan di lingkungan atau institusi pendidikan lain, mewajibkan peserta didik dan tenaga mengajar memakai masker, mengukur suhu tubuh, dan sebagainya. Tentunya, penerapan peraturan ini akan dilakukan apabila pembelajaran tatap muka sudah dimulai.

Perkantoran

Selama masa PSBB transisi, perkantoran di sektor esensial bisa beroperasi dengan kapasitas sesuai kebutuhan. 

Adapun 11 sektor esensial tersebut yakni kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, dan/atau kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, perkantoran di sektor tidak esensial diperbolehkan buka dengan maksimal 50 persen kapasitas. 

Sebagai tambahan, berdasarkan aturan PSBB transisi, telah ditetapkan bahwa semua perkantoran wajib mengikuti ketentuan protokol kesehatan tambahan sebagai berikut: 

  • Membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang sekurang-kurang dari nama pengunjung, nomor induk kependudukan (NIK), nomor ponsel, waktu berkunjung / bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital.
  • Menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (DTKTE) sebagai penyelidikan penyelidikan epidemiologi. 
  • Melakukan jam kerja dan sif kerja dengan jeda minimal antarsif 3 (tiga) jam

Larangan aktivitas di RTH dan RPTRA

Aturan PSBB berikutnya yaitu anak-anak berusia 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun dilarang beraktivitas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) selama PSBB masa transisi. Alat permainan dan kebugaran di RPTRA juga dilarang digunakan.

aturan PSBB Transisi
Anak usia dibawah 9 tahun dan orang tua usia diatas 60 tahun dilarang beraktivitas di RTH dan RPTRA (Sumber Gambar: Google)

Aturan PSBB Transisi Mengenai Ganjil Genap

Selama masa PSBB transisi, Pemprov DKI Jakarta tidak memberlakukan sistem ganjil genap. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan. “Tidak ada kebijakan yang mengatur ganjil genap, jadi mobil bisa seperti biasa,” kata Anies.

Taman rekreasi

Pada masa PSBB transisi, taman rekreasi di Jakarta boleh dibuka, tetapi pembelian tiket harus dilakukan secara online. Taman rekreasi diperkenankan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pembatasan pengunjung taman rekreasi juga diterapkan, yakni maksimal 25 persen dari kapasitas. Saat PSBB transisi ini, anak di bawah 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun dilarang masuk taman rekreasi.

Aturan PSBB Transisi Bagi Angkutan umum

Berdasarkan SK 156 Tahun 2020, jumlah kapasitas angkutan umum dibatasi sebagai berikut:

  • Bus besar Transjakarta hanya diisi 60 orang
  • Bus sedang maksimal 30 orang
  • Bus kecil diisi 15 orang
  • Pada bus besar dan sedang, pengaturan duduknya dibatasi yakni satu baris kursi hanya boleh diisi dua orang. Posisi duduknya dipisah oleh gang atau lorong. Jadi jumlah kapasitas bus tergantung dari berapa jumlah barisnya
  • Untuk bus kecil dengan kursi berhadapan, seperti angkot dan mikrolet, hanya diisi enam orang. Satu pengemudi, dua penumpang di sisi kiri belakang, dan tiga penumpang di sisi kanan belakang. Dengan demikian, tidak ada penumpang di sebelah pengemudi
  • Bus kecil berkursi empat baris hanya bisa diisi enam orang: pengemudi, satu penumpang di baris ke dua, dan dua penumpang di baris ketiga dan keempat. Sedangkan yang berkursi lima baris ditambah dua penumpang di baris kelima.
  • Bajaj selama PSBB transisi hanya boleh membawa satu penumpang.
  • Jam operasional Transjakarta dan angkutan umum reguler mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.

Tempat hiburan dan karaoke

Tempat hiburan malam, spa, griya pijat, dan karaoke di Jakarta belum diizinkan buka selama masa PSBB transisi. Anies menilai aktivitas di tempat hiburan berisiko tinggi terhadap penularan virus corona.

Tempat Ibadah

Mengutip Pergub 101/2020, tempat ibadah wajib melaksanakan perlindungan kesehatan, di antaranya:

  • Membatasi jumlah pengguna tempat ibadah paling banyak 50 persen dari kapasitas
  • Memberlakukan pengukuran suhu
  • Mengimbau pengguna tempat ibadah membawa alat ibadah sendiri Melakukan pembatasan jarak minimal 1 meter
  • Membersihkan tempat ibadah dan melakukan disinfeksi pada lantai, dinding, dan perangkat bangunan tempat ibadah sebelum dan setelah kegiatan
  • Khusus tempat ibadah raya harus melakukan pencatatan pengunjung

Meskipun beberapa fasilitas umum dan sarana telah dibuka kembali, disarankan untuk mengurangi aktivitas di ruang publik dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin. Sehingga, mencegah penularan Covid-19 dan menurunkan jumlah kasus covid-19.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *