PSBB Transisi: 10 Kegiatan yang Sudah Bisa Dilakukan

psbb transisi

Saat PSBB transisi, terdapat pelonggaran aktivitas di sejumlah sektor. Kegiatan apa saja yang sudah bisa dilakukan selama masa PSBB transisi sekarang ini?

PSBB Transisi mulai diberlakukan selama 2 minggu, terhitung dari tanggal 12 hingga 25 Oktober 2020. Hal ini akibat dinilai adanya perlambatan jumlah kasus aktif penularan Covid-19 di Ibukota setelah sebulan PSBB ketat diberlakukan.

Beberapa sektor sudah mulai bisa beroperasi, namun tentunya tetap disertai dengan persyaratan tertentu seperti kapasitas maksimal yang dibatasi, pendataan jumlah dan data pengunjung, dan tidak lupa penerapan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan penggunaan masker.

Kegiatan Selama PSBB Transisi

Beberapa kegiatan yang mulai bisa dilakukan selama masa PSBB transisi adalah sebagai berikut:

  1. Menonton di Bioskop. Di masa PSBB transisi ini, bioskop sudah diperkenankan utuk dibuka kembali. Hanya saja, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 25 % dari kapasitas normal ruangan bioskop. Tempat duduk akan diatur dengan ketat, dan jarak antar tempat duduk minimal adalah 1,5 meter. Para pengunjung juga dilarang berpindah – pindah tempat duduk atau berlalu – lalang. Jam operasional bioskop pun akan diatur berdasarkan pengajuan teknis dari pengelola gedung.
  2. Pembukaan Gelanggang Olahraga. Gedung olahraga atau biasa disebut GOR ruangan tertutup atau indoor kembali diizinkan beroperasi di masa PSBB transisi. Namun, tidak diperbolehkan adanya penonton selama masa PSBB Transisi ini. Aturan lainnya adalah, GOR hanya boleh terisi oleh maksimal 50 persen pengunjung dari kapasitas maksimal. Protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan juga akan diterapkan dengan ketat.
  3. Pusat Kebugaran. Pusat kebugaran di DKI Jakarta akan dibuka dengan ketentuan maksimal terisi 25 % pengunjung dari kapasitas, serta kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Olahraga bersama dalam ruangan tertutup juga dilarang. Fasilitas dalam ruangan juga diatur dengan alat pengatur sirkulasi udara, dan petugas harus memakai masker, face shield, dan sarung tangan selama bekerja. Jam operasional akan dibatasi mulai dari pukul 06.00 hingga maksimal pukul 21.00 WIB.
  4. Mal dan Pusat Perbelanjaan. Jam buka operasional Mal dan pusat perbelanjaan adalah pukul 09.00 dan jam tutup adalah pukul 21.00 WIB. Protokol kesehatan seperti cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh akan dilakukan sebelum anda memasuki kawasan perbelanjaan.
  5. Akad dan Pernikahan dalam Gedung. Kapasitas gedung maksimal terisi 25% dan jarak antar tempat duduk minimal 1,5 meter. Pengunjung acara juga tidak diperkenankan berpindah – pindah tempat duduk atau berlalu – lalang. Alat makan dan minum wajib disterilisasi, pelayanan makanan tidak boleh berbentuk prasmanan. Petugas yang bertugas selama acara pernikahan wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan.
  6. Restoran dan Warung Makan. Pengunjung sudah bisa makan dan minum di warung makan, rumah makan, kafe, atau restoran. Tentu saja, protokol kesehatan tetap diberlakukan, dan kapasitas terisi maksimal 50%. 
  7. Meeting, Workshop dan Seminar. Sejumlah peraturan yang wajib ditaati antara lain maksimal 25 persen kapasitas gedung, dan jarak antar tempat duduk juga minimal 1,5 meter. Sama seperti acara pernikahan, alat makan dan minum wajib disterilisasi, serta petugas wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan.
  8. Bekerja di Kantor. Perkantoran di sektor non esensial diperbolehkan beroperasi dengan maksimal 50%, setelah sebelumnya selama PSBB ketat hanya boleh beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 %. Pengelola kantor wajib membuat sistem pendataan pengunjung yang terdiri dari nama pengunjung, nomor induk kependudukan, nomor HP, dan waktu berkunjung/ bekerja.
  9. Salon dan Tempat Cukur Rambut. Tempat ini hanya boleh terisi hingga maksimal 50 persen dari kapasitasnya, sudah termasuk pengunjung dan antrean.
  10. Beribadah di Tempat Ibadah. Kapasitas maksimal yang bisa terisi adalah 50 persen, dan wajib melakukan pencatatan pengunjung.

Anda dapat membaca mengenai kegiatan yang dapat dilakukan selama #dirumahaja disini.

psbb transisi
Salon Sudah Mulai Dibuka Selama PSBB Transisi. (Sumber Gmabar: Google)

PSBB transisi diterapkan karena jumlah angka kasus aktif dan penularan dianggap sudah mulai menurun. Namun, penulis tetap menganjurkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menghindari aktivitas di tempat – tempat umum apabila tidak terlalu diperlukan, serta menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, berolahraga, serta meminum suplemen dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Jangan sampai akibat PSBB transisi diterapkan, jumlah kasus positif Covid-19 malah bertambah pesat. Mari bekerja bersama – sama dalam mengatasi pandemi ini. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *