Ejakulasi Dini: Ternyata, 1 dari 3 pria Pernah Mengalaminya

ejakulasi dini

Mengapa ejakulasi dini bisa terjadi? Apa saja faktor yang dapat memicunya?

Ejakulasi dini merupakan masalah seksual yang cukup umum terjadi pada pria. Sekitar 30% dari pria pernah mengalaminya.

Definisi

Menurut The World Health Organization (WHO) 2nd International Consultation on Sexual Health, ejakulasi dini merupakan kejadian berulang dimana ejakulasi cepat terjadi dengan rangsangan minimal, atau segera setelah penetrasi dan sebelum penderita mengharapkannya. Penderita biasanya tidak memiliki control akan ejakulasi yang terjadi, dan bisa menyebabkan gangguan atau stress baik kepada penderita, maupun pasangannya.

Berdasarkan konsensus International Society of Sexual Medicine pada tahun 2014, ejakulasi dini dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Ejakulasi Dini Primer/ Bawaan. Ejakulasi jenis ini selalu atau hampir selalu terjadi kurang dari 1 menit setelah penetrasi vagina sejak pertama kali berhubungan intim.
  2. Ejakulasi Dini Sekunder. Yaitu ejakulasi yang lebih singkat (kurang dari 3 menit) setelah penetrasi pada vagina
  3. TIdak mampu menahan ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vagina
  4. Menimbulkan konsekuensi negatif secara pribadi, seperti stress, cemas frustrasi, dan menghindari hubungan intim

Pengertian diatas hanya berlaku untuk hubungan intim yag sebenarnya, dan berlangsung antara pria dan wanita.

Penyebab

Ejakulasi dini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor penyebab, baik fisik maupun psikologis. Ejakulasi dikendalikan oleh zat kimia dalam otak, yaitu serotonin. Apabila kadar serotonin atau fungsinya tidak normal, gangguan ini dapat terjadi.

Penyebab Psikis

Contoh penyebab dari sisi psikis antara lain 

  • Gangguan Prostat. Prostatitis kronis, atau peradangan prostat menahun, dapat menyebabkan ejakulasi dini.
  • Gangguan Tiroid
  • Konsumsi alkohol berlebih, merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang
  • Disfungsi ereksi, atau gangguan dalam ereksi

Penyebab Psikologis

Sedangkan fator psikologis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini antara lain:

  • Stres dan depresi
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan
  • Cemas terhadap performa seksual
  • Trauma seksual di masa lampau, seperti tertangkap basah sedang bermasturbasi, atau kekerasan seksual masa lampau
  • Kebiasaan. Sebagai contoh, remaja yang biasa melakukan masturbasi dapat terbiasa untuk ejakulasi secara cepat agar tidak ketahuan. Kondisi ini dapat terbawa hingga menikah.

Pengobatan 

Berdasarkan situs NHS, Penanganan terhadap ejakulasi dini dapat dilakukan oleh penderita sendiri maupun dengan bantuan dari dokter. Sebaiknya, penanganan ejakulasi dini dilakukan secara bekerja sama dengan pasangan.

Pengobatan Mandiri

Pengobatan yang dapat dilakukan mandiri dengan pasangan antara lain:

  • Masturbasi 1 atau 2 jam sebelum melakukan hubungan seksual
  • Gunakan kondom tebal untuk menurunkan sensasi berlebihan
  • Ambil napas panjang untuk menurunkan refleks ejakulasi
  • Melakukan hubungan seks dengan posisi women on top, sehingga memungkinkan pasangan untuk menarik sebelum anda sempat berejakulasi
  • Melakukan istirahat selama berhubungan seks dan memikirkan hal yang lain
ejakulasi dini
Kondom sebagai pengurang senstivitas pada pria. (Sumber: Google)

Terapi Dengan Pasangan

Terapi dengan melibatkan pasangan biasanya juga dilakukan dengan bantuan profesional, seperti seksolog. Seksolog biasanya akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Menganjurkan kepada pasangan untuk mencari dan menelusuri permasalahan dalam hubungan, serta memberikan saran pada pasangan tersebut bagaimana cara menyelesaikannya
  • Mengajarkan pasangan bagaimana cara mencegah ejakulasi dini melalui teknik “squeeze” dan “stop-go
    • Dalam teknik squeeze, istri akan membantu masturbasi suami, namun berhenti sesaat sebelum ejakulasi dan kemudian meremas kepala penisselama 10 hingga 20 detik. Lalu istri akan melepaskan, dan menunggu 30 detik kemudian melanjutkan proses masturbasi. Proses ini dilakukan berulang sebelum ejakulasi akhirnya bisa terjadi.
    • Teknik stop – go sebenarnya hampir menyerupai teknik squeeze, namun isri tidak meremas kepala penis, hanya menghentikan proses bantuan masturbasi sementara.

Teknik – teknik tersebut memang terdengar sederhana, namun pada prakteknya banyak membutuhkan kesabaran.

Anda juga dapat membaca mengenai infertilitas pria disini.

Pengobatan Medis

Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat diberikan dokter untuk membantu mengatasi ejakulasi dini.

Anti Depresan

Beberapa jenis obat anti depresan seperti SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors) dapat digunakan untuk menunda ejakulasi. Obat – obatan tersebut antara lain paroxeine, sertraline, dan fluoxetine. Namun, obat ini tidak dapat dibeli tanpa resep dokter. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter dan mendapatkan resep.

Sildenafil

Selain anti depresan, obat lain yang dapat digunakan untuk mengobati ejakulasi dini adalah phosphodiesterase-5 inhibitors, yang biasa dikenal dengan nama sildenafil (merek dagang antara lain adalah Viagra). Obat ini juga harus dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Penggunaan anestesi lokal dan kondom

Kedua benda tersebut dapat digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini akibat penis yang terlalu sensitif.

Ejakulasi dini merupakan masalah seksual yang cukup umum terjadi pada pria. Apabila anda mengalaminya, tidak perlu khawatir. Segera periksakan diri ke dokter andrologi atau urologi untuk mendapatkan penanganan, sehingga keharmonisan rumah tangga dapat terjaga dengan baik.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *