Danger! Pentingnya Masker Kain yang Tepat untuk Menghindari Covid-19

Memakai masker kain yang salah tidak dapat melindungi anda dari penularan Covid-19

Era Masker Kain

Sejak pandemi Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020, sudah banyak korban jiwa yang terkena dampaknya. Tercatat pada 20 September 2020, terdapat 241 ribu kasus positif Covid-19, dan  9.448 orang meninggal akibat penyakit ini.

Berdasarkan situs WHO, Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019. Covid-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemik yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Semenjak pandemi inilah, masker kain menjadi barang yang wajib digunakan dalam beraktivitas terutama diluar rumah.

Protokol Pencegahan Covid-19

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dimulai kembali di Jakarta, terhitung sejak tanggal 14 September 2020. Hal ini dilakukan akibat semakin meningkatnya kasus postitif. Padahal, pemerintah giat mensosialisasikan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid-19. Protokol Kesehatan untuk pencegahan Covid-19 adalah sebagai berikut: 

  1. Menjaga kebersihan. Rajin mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer atau sabun dan air sangat penting untuk mencegah penularan. Hindari memegang permukaan benda bila tidak perlu, terutama di tempat umum. Selalu cuci pakaian setelah bepergian, termasuk barang-barang yang dipakai saat bepergian. Hindari aksesori yang tidak perlu.
  2. Jangan menyentuh wajah. Virus dapat masuk melalui selaput lendir (mukosa) yang ada pada wajah seperti mulut, mata, dan rongga hidung.
  3. Terapkan etika batuk dan bersin. Caranya, tutup mulut dan hidung saat bersin dengan tissue yang langsung dibuang, atau gunakan lengan dan siku bagian dalam untuk menutup mulut saat bersin.
  4. Menggunakan masker. Gunakan masker kain yang sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu terdiri dari 3 lapis, menutupi hidung dan mulut dengan baik, dan selepas digunakan segera cuci dengan air dan sabun. Hindari meletakkan masker di dagu saat makan, atau tidak menutup hidung saat menggunakan masker.
  5. Menjaga jarak minimal 2 meter. Virus Covid-19 dinyatakan menyebar lewat udara. Karena itu, penting untuk selalu menjaga jarak aman dengan orang lain. 
  6. Menghindari kerumunan. Banyaknya orang yang berkumpul dapat melanggar jarak aman yang telah ditetapkan. Bila dilakukan di ruangan tertutup, akan semakin meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Masker seperti apa yang dapat melindungi dari penyebaran penyakit Covid-19?

Jenis Masker

Banyak orang sembarang menggunakan masker, agar tidak terkena denda atau hukuman. Padahal, tidak sembarang masker bisa digunakan untuk melindungi diri dari penularan penyakit ini. Kewajiban ini ditujukan untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Dengan menggunakan masker yang tepat, kita turut melindungi diri sendiri.

Terdapat berbagai jenis masker di pasaran, mulai dari harga dibawah 10 ribu rupiah, hingga jutaan per box. Efektivitasnya tentu tidak sama, tergantung dari bahan dan kemampuannya dalam menyaring partikel virus. Berikut infografis dari kompas merangkum berbagai jenis dipasaran

masker

Umumnya, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis yang dapat dicuci ulang. Hal ini untuk mencegah kelangkaan masker medis dan N95 yang digunakan oleh tenaga medis.

Masker Kain yang Baik

Syarat masker kain yang baik dan bisa memberikan proteksi dari penularan virus adalah sebagai berikut:

  • Menutup bagian tepi wajah dengan sempurna. Masker haruslah menutup bagian pangkal hidung dan Sebagian besar pipi dengan sempurna. Ukuran yang tepat juga akan mencegah anda sering menyentuh wajah untuk membetulkan letak masker.
  • Memiliki tali pengikat atau karet telinga. Tali pengikat maupun karet yang digunakan untuk mengaitkan masker ke telinga harus dapat menjaga masker tetap berada di tempatnya selama Anda beraktivitas. Tali atau karet yang terlalu longgar berpotensi membuat Anda lebih banyak menyentuh wajah untuk mengoreksi posisi masker.
  • Terdiri dari beberapa lapis kain. Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 menyarankan masker kain minimal terdiri dari 3 lapis kain. Tentang materialnya, Johns Hopkins Medicine menyarankan untuk menggunakan kain katun 100%, alias kain katun yang ditenun tanpa campuran benang lain. Cirinya, kain ini tidak melar jika ditarik. Masker scuba atau buff yang banyak beredar ternyata tidak memenuhi syarat-syarat ini, sehingga sebaiknya tidak dipakai.
  • Tidak menghalangi jalan napas. Lakukan percobaan dengan menggunakan masker selama beraktivitas dirumah. Apabila anda merasa nyaman dan tidak sulit bernapas meskipun mask menutupi dengan sempurna, berarti masker tersebut dapat anda gunakan untuk beraktivitas di luar ruangan. Menggunakan masker yang tidak nyaman berisiko membuat anda malas menggunakannya, atau sering mencopot masker.
  • Jika dicuci tidak berubah. Masker kain seharusnya segera dicuci setelah digunakan. Jadi, pilih bahan yang tidak mudah melar atau rusak meskipun dicuci berkali-kali

Jangan lupa, pelajari juga tata cara melepas masker dan menyimpan masker saat makan. Sehingga, anda tidak menyebarkan virus kebagian tubuh yang lain.

Masker merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan virus Covid-19. Tentunya dengan pemilihan bahan dan cara penggunaan yang benar, disertai dengan rajin mencuci tangan dan tetap melakukan protokol jaga jarak aman. Semoga kita semua dapat melalui pandemi ini dengan sehat dan bahagia.

Baca juga mengenai protokol Covid-19 disini.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *