Pemeriksaan Analisa Sperma: 100% Tidak Invasif

Analisa Sperma

Analisa Sperma (Sperm Analysis) merupakan sebuah pemeriksaaan untuk menilai keadaan sperma secara objektif. Pemeriksaan ini dapat memberiksan gambaran proses Spermatogenesis pada tubuh pria. Namun apa saja saja sih persyaratan melakukan pemeriksaan sperma?

Persyaratan sebelum melakukan Pemeriksaan Analisa Sperma

Hasil pemeriksaan analisa sperma sangat dinamis, artinya dalam waktu yang berdekatan tanpa pengobatan khusus, hasil analisa sperma bisa sanagat berbeda. Namun untuk meminimalisir variabel yang dapat mempengaruhi pemeriksaan analisa sperma, pasien diharapkan untuk memenuhi syarat-syarat ini:

  • Lakukan pemeriksaan pada Laboratorium yang sesuai dengan standar Andrologi
  • Tidak mengeluarkan sperma sebelumnya selama 3-5 hari
  • Istirahat yang cukup sebelum melakukan pemeriksaan sperma
  • Minum air putih secukupnya sebelum melakukan pemeriksaan sperma

Penting diingat bahwa syarat-syarat di atas guna mendapatkan hasil yang akurat dan konsisten

Laboratorium Standarisasi Andrologi

Pemeriksaan sperma sangat berbeda dengan pemeriksaan Laboratorium lain pada umumnya. Sperma merupakan sel tubuh yang memiliki kepala, leher, dan ekor yang dapat bergerak. Ketika mengukur sperma, tidak hanya jumlahnya saja yang diukur namun pergerakan dan bentuk sperma nya pun dievaluasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah standar agar hasil pemeriksaan Analisa Sperma tersebut objektif.

Tidak Mengeluarkan Sperma (Abstinensia) 3-5 hari

Bila seorang pria diminta mengeluarkan sperma sehari setelah mengeluarkan sperma sebelumnya, biasanya didapatkan jumlah sperma yang lebih sedikit sedangkan kualitas yang lebih baik. Namun bila seorang pria tidak mengeluarkan sperma selama 6 hari sebelum pemeriksaan sperma, biasanya didapatkan jumlah sperma yang banyak namun dengan kualitas yang kurang baik.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten, biasanya pasien diminta untuk tidak mengeluarkan sperma 3-5 hari setiap kali pemeriksaan sperma.

Istirahat dan Minum Air Putih yang Cukup

Hasil dari Pemeriksaan Analisa Sperma sangatlah dinamis, maka biasanya sebelum dilakukan analisa Sperma pasien diminta untuk istirahat yang cukup dan minum air putih secukupnya. Ketika tiba di Laboratorium Andrologi, pasien diharapkan untuk duduk setidaknya selama 15 menit dahulu sebelum masuk ke ruangan Sampling Sperma

Prosedur Sampling

Pada saat mengeluarkan sperma, pasien diharapkan melakukan ejakulasi tanpa pelumas (lube, gel, sabun). Pasangan boleh mendampingi, namun untuk hasil yang terbaik tidak menggunakan oral. Dalam kondisi tertentu, penggunaan pelumas diperbolehkan namun harus lapor ke petugas terlebih dahulu

Yang perlu diperhatikan di sini adalah setelah ejakulasi diharapkan untuk mencatat waktu dan jangan sampai ada yang tumpah. Bila ada yang tumpah harus dilaporkan ke petugas.

Hasi Pemeriksaan Analisa Sperma

Dalam membaca hasil Pemeriksaan Analisa Sperma, ada 3 parameter utama yang dinilai:

  • Konsentrasi (Jumlah Sperma per 1 ml Ejakulat)
  • Motilitas (Pergerakan Sperma)
  • Morfologi (Bentuk Sperma)

Konsentrasi (Jumlah Sperma)

Konsentrasi Sperma merupakan penilaian jumlah sperma dalam setiap 1ml cairan ejakulat. Penilaian ini sangat penting untuk melihat kemampuan testis memproduksi sperma (Spermatogenesis) dan kira-kira program hamil apakah yang akan dijalankan oleh pasien.

Untuk kasus Azoospermia, akan dibahas dalam artikel di sini

Motilitas(Pergerakan Sperma)

Sperma dikelompokkan menjadi 4 kelompok:

  1. Bergerak Lurus dan Cepat (A)
  2. Bergerak Lurus dan Lambat (B)
  3. Bergerak Ditempat (C)
  4. Tidak Bergerak (D)

Dari pembagian kelompok di atas, hanya kelompok (A) dan (B) saja lah yang meungkin membuahi sel telur (pada kehamilan alami dan inseminasi). Oleh karena itu berdasarkan WHO, diharapkan nilai kelompok (A) > 25% atau nilai kelompok (A) + (B) > 50%. Sedangkan nilai kelompok (C) dan (D) tidak diperhitungkan lagi.

Morfologi (Bentuk Sperma)

Analisa Sperma

Ada beberapa standar dalam pemeriksaan Bentuk Sperma:

  • WHO 1999 (kriteria longgar)
  • WHO 2010 (kriteria ketat)

WHO 1999

Standar WHO 1999 untuk morfologi sperma dikenal juga dengan kriteria longgar dikarenakan sperma dengan bentuk ekor yang tidak lurus dan agak melengkuk biasanya masih dikategorikan sebagai Sperma dengan Morfologi NORMAL. Namun demikian, ambang morfologi normal menurut WHO tahun 1999 adalah >30%

WHO 2010

Standar WHO 2010 dikenal dengan kriteria ketata dikarenakan sperma dengan bentuk ekor melengkung sedikit dan bentuk kepala tidak sempurna sedikit langsung dikategorikan sebagai Sperma dengan Morfologi TIDAK NORMAL. Namun, ambang morfologi normal menurut WHO tahun 2010 adalah >4%

Kedua standar di atas merupakan standar tetap valid digunakan, namun yang perlu diingat di sini adalah TIDAK BOLEH menggunakan standar yang campur-campur. Misalkan untuk pemilaian sperma menggunakan WHO 1999 (Kriteria Longgar), namun untuk nilai rujukkan menggunakan WHO 2010 (Kriteria Ketat) ataupun sebaliknya.

Kesimpulan

Pemerikaan Analisa Sperma merupakan pemeriksaan yang sangat penting dalam menilai fertilitas seorang pria. Walaupun pemeriksaan ini cukup rutin dilakukan, namun dibutuhkan keterampilan khusus dari pemeriksa dan prosedur yang terstandar oleh Andrologi untuk menjaga Objektifitas dan Konsistensi hasil.

Pemeriksaan Analisa Sperma merupakan pemeriksaan yang tidak invasif dan mudah dilakukan oleh pasien, sehingga seharusnya dilakukan secara rutin untuk pasangan yang sedang program hamil. Untuk pembacaan hasil Pemeriksaan Analisa Sperma yang lebih mendalam, pasien diharapkan untuk konsultasi ke Dokter Spesialis Andrologi sehingga mendapat terapi yang tepat sesuai dari permasalahannya.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *