Wow, Lebih Dari 10% Pria Menderita Varikokel! Yuk Kenali Penyakit Ini

Varikokel

Mari kenali varikokel, varises yang terjadi pada testis

Definisi Varikokel

Disadur dari situs urology health, varikokel merupakan pembesaran pada vena didalam skrotum (kantong yang berisi testis). Diperkirakan sekitar 10-15 orang dari 100 pria memilikinya, dan biasanya terbentuk selama masa pubertas. Mekanisme terjadinya kondisi ini sama seperti terjadinya varises pada kaki. Seringkali, varicocele tidak menimbulkan masalah berarti. Namun, bisa saja penyakit ini menimbulkan rasa nyeri, sulit mendapatkan keturunan, atau perubahan pada ukuran testis (mengecil).

Bagaimana saya mengenali penyakit ini?

Gejala Varikokel

Varicocele jarang menimbulkan gejala. Namun, varicocele dapat pula menimbulkan gejala yang dirasa mengganggu. Situs ini  menyebutkan gejala – gejala varicocele antara lain:

Gejala Umum

  • Rasa nyeri tumpul yang berubah menjadi tajam
  • Nyeri bertambah ketika berdiri atau meregangkan badan
  • Semakin siang, nyeri akan terasa lebih parah
  • Nyeri hilang ketika berbaring terlentang

Gejala Tambahan

Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang dapat mengarah kepada varicocele, antara lain:

  • Benjolan pada salah satu testis
  • Pembengkakan pada skrotum (kantung testis)
  • Terlihat pembesaran vena yang berliku pada skrotum (tampak seperti kantung berisi cacing)
varikokel
Varikokel berat akan membuat testis terlihat seperti kantung berisi cacing
(Sumber Gambar: Google)

Perlu diketahui bahwa sekitar 78 – 93% dari kasus varicocele mengenai testis kiri. 

Jenis Varikokel

Varicocele dapat dibedakan berdasarkan derajatnya, yaitu:

  • Derajat Pertama. Pembesaran vena yang hanya diketahui dari perabaan menggunakan manuver Valsalva.
  • Derajat Dua. Pembesaran vena teraba pada posisi berdiri
  • Derajat Tiga. Pembesaran vena terlihat secara kasat mata.

Pembesaran vena testis yang hanya terlihat melalui pemeriksaan USG, angiografi dan pemeriksaan imaging lainnya, didefinisikan sebagai varicocele subklinis.

Apakah Penyakit Ini Berhubungan Dengan Kesuburan?

Pengaruh Terhadap Pria

Setelah mengetahui definisi, gejala – gejala, dan jenisnya, mari kita bahas mengenai pengaruh varicocele pada tubuh pria.

Beberapa ahli percaya bahwa varicocele bisa mempengaruhi kesuburan seorang pria. Pengaruh varicocele terhadap kesuburan pria antara lain:

  • Hipoksia (kekurangan oksigen). Karena terjadi pelebaran pembuluh darah vena di testis, maka terjadi gangguan peredaran darah sehingga mempengaruhi kualitas sperma pada testis yang terkena.
  • Peningkatan suhu pada testis. Ahli lain memperkirakan bahwa pelebaran pembuluh darah pada testis akan meningkatkan suhu pada testis, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi produksi sperma. 
  • Aliran balik dari hasil metabolisme (bersifat toksik) dari kelenjar adrenal mempengaruhi sperma
  • Gangguan hormonal.

Bisa disimpulkan bahwa, adanya pelebaran pembuluh darah peningkatan suhu di testis, sisa metabolisme yang toksik, akan meningkatkan stres oksidatif, yang berpengaruh pada struktur, DNA, dan fungsi sperma sehingga menurunkan pergerakan dan kualitas sperma secara keseluruhan. 

Baca juga mengenai stres oksidatif disini.

Varikokel dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hormonal pria serta hasil analisa sperma. Pengaruhnya terhadap sperma dijelaskan oleh sebuah artikel sebagai berikut:

Pengaruh Terhadap Hasil Pemeriksaan Hormonal Pria

  • Peningkatan serum FSH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan bermakna pada ladar hormon FSH darah. 
  • Penurunan level testosteron. Diperkirakan bahwa penurunan level testosteron darah pada penderita varikokel adalah akibat dari gangguan fungsi sel Leydig (sel penghasil testosteron di testis).

Pengaruh Terhadap Hasil Analisa Sperma

  • Penurunan konsentrasi sperma
  • Astenospermia ringan atau sedang (gangguan pada pergerakan sperma)
  • Teratospermia (gangguan pada bentuk sperma)
  • Astenoteratospermia

Apabila keadaan berlanjut, dapat menimbulkan azoospermia (jumlah sperma nol pada cairan semen). Namun, keadaan ini sangat jarang terjadi.

Baca juga mengenai infertilitas pria disini.

Bagaimana penanganan terhadap varikokel?

Penanganan

Apabila varikokel tidak menimbulkan gejala dan tidak menyebabkan gangguan kesuburan, maka tidak diperlukan tindakan untuk mengobatinya. Namun, apabila timbul rasa nyeri yang hebat, perubahan ukuran testis, serta adanya gangguan kesuburan, maka varikokel perlu ditangani dengan baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobatinya antara lain:

  • Obat – obatan anti nyeri. Dokter akan memberikan anti nyeri apabila varikokel terasa nyeri dan mengganggu kegiatan sehari – hari. 
  • Embolisasi. Embolisasi dilakukan dengan cara memasukkan selang melalui selangkangan, menuju lokasi varikokel. Dokter kemudian akan memasukkan zat untuk memperbaiki aliran darah sehingga memperbaiki varikokel. Tindakan ini dilakukan dengan bius total, dan memakan waktu beberapa jam
  • Operasi. Dokter akan menangani varikokel secara langsung, dengan cara menghambat aliran darah di varikokel dan mengalihkannya ke pembuluh lain yang normal. Operasi ini bisa dilakukan secara bedah terbuka atau teknik sayatan minimal (laparoskopi). Operasi dapat dilakukan dengan bius lokal ataupun bius total.

Proses pemyembuhan pada tindakan pasca operasi sekitar 1 hingga 2 hari. Pasien juga sebaiknya menghindari kegiatan ebrat selama 2 minggu. Dokter kemudian akan menjadwalkan pemeriksaan kontrol selama 3 hingga 4 bulan, terutama pada pasien dengan keluhan gangguan kesuburan.

Varikokel merupakan kondisi yang umum terjadi pada pria, dan umumnya tidak menimbulkan gangguan atau keluhan yang serius. Namun, apabila anda memiliki keluhan yang mengganggu atau gangguan kesuburan, ada baiknya segera kunjungi dokter spesialis andrologi atau urologi untuk memastikannya.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *