Stress Oksidatif dan Hubungannya dengan Kesuburan

stres oksidatif

Stress oksidatif, jenis stres yang seringkali diabaikan namun ternyata sangat mengganggu kesehatan dan kesuburan seseorang

Definisi

Sebelum membahas mengenai stress oksidatif, mari kita ulas terlebih dahulu mengenai radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektronnya. Karena tidak berpasangan, molekul ini akan mudah bereaksi dengan molekul lain, dan membentuk radikal baru. Ketika berfungsi dengan baik, radikal bebas dapat membantu melawan penyakit. Namun, jika jumlah radikal bebas lebih banyak dibanding antioksidan, akan timbul kerusakan di berbagai sel – sel tubuh seperti membran sel, protein, dan gen (DNA). Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme dalam tubuh (kegemukan, gizi buruk, infeksi, penyakit autoimun) dan faktor eksternal seperti asap rokok, polusi, ultraviolet, makanan, dan lainnya. 

Stress oksidatif merupakan keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya, akan timbul kerusakan pada tubuh. Stress oksidatif merupakan penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung dan hipertensi, Alzheimer, Parkinson, dan lain – lain. Stress oksidatif juga dapat mengganggu kesuburan karena merusak sel-sel pada organ reproduksi.

Sebuah artikel telah mengulas pengaruhnya pada kesuburan pria dan wanita sebagai berikut:

Pengaruh pada Kesuburan Pria

Spermatozoa sendiri merupakan salah satu sumber radikal bebas, dan sejumlah tertentu radikal bebas diperlukan untuk beberapa fungsi sperma seperti pematangan dan aktivasi sperma. Namun, sperma juga rentan terhadap kadar radikal bebas berlebih pada tubuh. Seminal plasma sendiri kaya akan antioksidan, sehingga membantu menjaga keseimbangan radikal bebas-anti oksidan pada cairan sperma. 

Varikokel merupakan penyebab utama stress oksidatif pada Pria

Penyebab utama radikal bebas dari tubuh di alat reproduksi pria adalah varikokel. Adanya varikokel akan mengubah mikrosirkulasi darah, serta meningkatkan suhu pada testis, yang akan menyebabkan kerusakan sel dan tingginya kadar radikal bebas. Tinggi kadar radikal bebas ini akan menimbulkan gangguan pada pergerakan dan konsentrasi sperma, serta dapat menimbulkan fragmentasi (kerusakan) DNA di inti sperma. 

Baca juga mengenai pemeriksaan halotest untuk melihat kerusakan DNA pada sperma disini.

Pengaruh pada Kesuburan Wanita

Sebagian studi menyangkal peranan stres oksidatif terhadap gangguan kesuburan pada wanita. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa stress oksidatif berpengaruh penting pada kejadian endometriosis, hidrosalping, PCOS, dan unexplained subfertility.

  • Endometriosis. Pada endometriosis, adanya jaringan endometrium diluar rongga rahim akan mencetuskan radikal bebas dalam jumlah berlebih, yang akan menimbulkan peradangan dan menyulitkan terjadinya pembuahan.
  • Hidrosalping, merupakan kondisi dimana terjadi penyumbatan atau pembengkakan saluran tuba. Pada kasus ini, biasanya tuba falopi akan mengeluarkan cairan yang bersifat toksik bagi embrio. Cairan ini juga dapat mengalir ke rongga rahim dan mencegah implantasi embrio pada dinding rahim.
  • PCOSHasil studi menunjukkan adanya peningkatan radikal bebas pada penyakit PCOS. Penyakit ini sendiri merupakan salah satu penyebab utama terjadinya infertilitas.

Bagaimana cara mengatasi gangguan kesuburan akibat stress oksidatif?

Mengurangi Stress Oksidatif pada Tubuh

Radikal bebas yang jumlahnya berlebihan perlu diimbangi oleh jumlah antioksidan dalam tubuh yang cukup. Cara untuk mengurangi stres oksidatif yang terjadi pada tubuh antara lain:

  • Mengurangi jumlah radikal bebas dari luar tubuh (eksogen). Mengurangi paparan terhadap polusi, asap rokok, zat aditif, iritan, makanan tidak sehat, dan lainnya akan membantu mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh
stress oksidatif
Merokok akan menambah jumlah radikal bebas dalam tubuh
(Sumber Gambar: Google)
  • Mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan (inflamasi) yang terjadi pada tubuh dapat ditimbulkan oleh alergi, infeksi, penyakit,dan lainnya. 
  • Mengkonsumsi antioksidan dan anti inflamasi. Antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E pada makanan (termasuk buah dan sayuran), omega 3, magnesium, glutation, Q10 serta anti inflamasi alami seperti vitamin D, kunyit, cuka apel, jahe, madu dan probiotik akan bermanfaat bagi kesehatan anda. Suplemen antioksidan akan membantu mengimbangi jumlah radikal bebas dalam tubuh. Anti inflamasi akan mengurangi proses terbentuknya radikal bebas.
  • Berolahraga secara rutin. Olahraga dapat membantu menjaga berat badan tubuh, dan menghindari obesitas yang berperan penting dalam timbulnya radikal bebas. Olahraga juga melancarkan peredaran darah, sehingga metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan baik.  

Stress oksidatif ternyata berperan penting dalam gangguan kesuburan pria dan wanita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, sangat penting untuk menjaga gaya hidup sehat serta mengkomsumsi antioksidan dan anti inflamasi alami sebagai upaya menguransi stres oksidatif. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *