Anti-Sperm Antibody (ASA): Penyebab 10% Infertilitas Tak Terjelaskan (Unexplained Infertility)

Anti-Sperm Antibody

Definisi Anti-Sperm Antibody (ASA)

Anti-Sperm Antibody (ASA) merupakan suatu respon dari tubuh karena adanya interaksi dengan benda asing (dalam hal ini adalah sperma). ASA dapat muncul pada tubuh suami ataupun istri. Penolakan ini dipicu oleh kehadiran gen dari sperma. Oleh karena itu, selain mengganggu program hamil, ASA dapat menyerang Janin (Embrio) pada kehamilan.

Untuk info lengkap mengenai ASA, baca di sini

Ilustrasi Anti-Sperm Antibody (ASA)

Dampak Anti-Sperm Antibody (ASA)

ASA menyerang semua sel atau jaringan yang berasal dari gen sperma sehingga ASA yang tinggi dapat mengganggu keberhasilan Program Hamil Alami, Inseminasi Buatan (IUI), dan Bayi Tabung (IVF). Hal ini dikarenakan ASA tidak hanya terdapat pada serviks (mulut rahim), namun juga pada rahim, tuba falopi, darah, dan lain-lain. Selain itu, ASA yang tinggi pada wanita hamil dapat meningkatkan resiko keguguran (abortus).

Pemeriksaan ASA boleh diperiksa kapan saja karena pemeriksaannya sangat mudah dilakukan, namun pemeriksaan ASA sangat dianjurkan untuk pasangan yang pernah mengalami keguguran, pernah gagal Inseminasi Buatan (IUI), dan pernah gagal Bayi Tabung (IVF).

Metode Pengobatan Anti-Sperm Antibody (ASA)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ASA yang tinggi dapat mengurangi angka keberhasilan Bayi Tabung, Inseminasi Buatan, dan Program Hamil Alami. Oleh karena itu, bila nilai ASA tinggi, disanjurkan untuk menurunkan nilai ASA terlebih dahulu. Berikut beberapa Metode Penurunan ASA:

  1. Penurunan Imunitas secara menyeluruh
  2. Paternal Leucocyte Immunization (PLI)
  3. IntraVenous Immunoglobulin

Penurunan Imunitas Secara Menyeluruh

Metode penurunan ASA dengan memberi obat yang bersifat sebagai immunosuppressan sangatlah berbahaya dan TIDAK DIANJURKAN. Metode ini dapat membuat calon Ibu lebih rentan terhadap berbagai virus dan bakteri sehingga dapat berbahaya bagi calon Ibu dan calon Anak nantinya.

Paternal Leucocyte Immunization (PLI)

Metode penurunan ASA dengan PLI merupakan metode yang DIANJURKAN karena metode ini HANYA menurunkan imunitas terhadap sperma saja. Penurunan ASA dengan metode ini menggunakan prinsip toleransi tubuh dengan cara pemaparan terhadap antigen dalam dosis kecil secara terus-menerus.

IntraVenous Immunoglobulin

Metode penurunan ASA dengan Immunoglobulin memiliki efek penurunan ASA yang cepat, namun metode ini hanya bertahan selama 28 hari. Karena efek yang sangat cepat, maka metode ini digunakan pada wanita yang sudah hamil namun nilai ASA yang masih tinggi. Walaupun sudah hamil, bila nilai ASA masih tinggi maka tetap disarankan untuk melakukan penurunan ASA karena ASA yang tinggi dapat meningkatkan resiko keguguran.

Kesimpulan

ASA merupakan respon tubuh yang mengurangi angka keberhasilan Program Hamil Alami, Inseminasi Buatan (IUI), dan Bayi Tabung (IVF). Adapun bila berhasil hamil, ASA dapat meningkatkan resiko keguguran.

Anti-Sperm Antibody bukanlah masalah baru dalam dunia Infertilitas. Bisa dilihat dari beberapa literatur kedokteran mengenai ASA sudah ada sejak lama, berikut saya sertakan literatur nya di sini. Bahkan Kongres Internasional mengenai ini pun sudah ada sejak 1980. Namun terkadang masalah Imunologi-Reproduksi ini sering sekali dilewatkan dalam alur pengobatan pasangan infertilitas.

Berikut saya sertakan Institusi Internasional Imunologi Reproduksi.

Namun, dengan mengabaikan masalah ASA, berarti kita tidak lagi melihat Infertilitas secara menyeluruh. Terkadang ada beberapa kasus dimana ASA tinggi namun berhasil melakukan Program Hamil dengan bantuan IVF, ada pula yang sudah berkali-kali melakukan IVF gagal, namun ASA belum pernah diperiksa.

Dalam tindakan Bayi Tabung (IVF), sel telur istri distimulasi lalu diambil saat Ovum Pick-Up. Tentunya tubuh istri terpapar zat kimia yang kuat, dan tindakan “operasi” yang akan menimbulkan stressor pada tubuh istri. Belum lagi bila hasil dari IVF tersebut adalah gagal, pasangan akan mengalami stres psikis dan finansial (karena biaya Bayi Tabung tidaklah sedikit).

Oleh karena itu, akan lebih baik bila sebelum melakukan tindakan besar seperti Inseminasi (IUI) ataupun Bayi Tabung (IVF), istri dan suami diperiksa secara Holistik untuk memaksimalkan kemungkinan keberhasilan tindakan. Pemeriksaan ASA sangat mudah diperiksa, sehingga siapapun boleh melakukan pemeriksaan ASA. Pemeriksaan ASA dianjurkan untuk pasangan yang pernah mengalami keguguran, kegagalan Inseminasi Buatan (IUI), ataupun kegagalan Bayi Tabung (IVF).

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *