Angka Keberhasilan Bayi Tabung (IVF) mencapai hampir 70%

Bayi Tabung

Banyak orang mencoba program bayi tabung dan berhasil. Lalu bagaimana proses bayi tabung dan risikonya?

Bayi tabung atau disebut juga IVF (In-Vitro Fertilization) merupakan metode alternatif dalam program kehamilan. Pada metode ini, proses pembuahan ovum oleh sperma berlangsung di tabung pembuahan alih-alih terjadi di dalam tubuh wanita. Setelah pembuahan berhasil dan embrio terbentuk, barulah hasil pembuahan tersebut dipindahkan ke dalam rahim wanita. Dari situlah istilah in vitro (yang berarti “dalam tabung) dan fertilization (pembuahan) berasal.

Kapan sebaiknya pasangan memutuskan untuk melakukan bayi tabung?

Keputusan Untuk Melakukan Bayi Tabung

Karena biaya untuk melakukan proses bayi tabung cukup mahal, program bayi tabung biasanya dilakukan sebagai metode alternatif bagi pasangan yang belum berhasil mendapatkan keturunan setelah melakukan berbagai macam cara.

Kemungkinan keberhasilan pada metode ini cukup besar, mengingat sperma dan ovum dipertemukan di dalam tabung, sehingga menyingkirkan masalah seperti adanya penyumbatan tuba falopii, ovulasi tidak teratur, gangguan sperma, dan lainnya. Persentase suksesnya program bayi tabung pada 2019 adalah 69,1 % pada pasangan dengan usia 35 tahun, dan 25% pada pasangan usia > 41 tahun.

Berikut adalah masalah gangguan kesuburan yang bisa dibantu oleh program bayi tabung:

  • Gangguan Tuba Falopi. Tuba Falopi merupakan saluran yang menghubungkan ovarium dengan rongga rahim. Melalui saluran inilah ovum berjalan keluar dari ovarium menuju rahim saat ovulasi. Apabila saluran tersebut tersumbat, maka sel telur yang sudah keluar tidak dapat bertemu dengan sperma. Pada proses bayi tabung, perjalanan sel telur tidak diperlukan karena sel telur akan diambil langsung dari ovarium dan dipertemukan oleh sperma di luar tubuh.
  • Endometriosis. Penyakit endometriosis dapat mempengaruhi kesuburan dengan berbagai macam cara. Karena bersifat melekat, maka endometriosis dapat menarik posisi rahim, melukai tuba falopi, melengketkan rahim, menimbulkan peradangan pada rahim dan sekitar, mengganggu sistem imun, mengganggu ovulasi dan penempelan rahim, serta mengganggu kualitas sel telur.
  • Gangguan kesuburan pada suami. Salah satu keuntungan melakukan bayi tabung adalah bahwa program ini tidak terlalu tergantung pada kualitas motilitas sperma. Karena sperma langsung disuntikkan kedalam sel telur, maka sperma yang kuat, bisa berjalan menuju sel telur tidak diperlukan
  • Gangguan kesuburan terkait fungsi indung telur dan usia. Seiring dengan bertambahnya usia, kesuburan dan fungsi indung telur dalam menghasilkan sel telur semakin berkurang. Pada bayi tabung, sel telur akan dirangsang pertumbuhannya dan diambil untuk dipertemukan dengan sperma diluar tubuh.
  • Siklus anovulasi dan PCOS. Pada kedua kasus ini, ovulasi sulit terjadi. Pada proses IVF, sel telur akan diinduksi agar menghasilkan ovulasi.
  • Infertilitas yang tidak bisa dijelaskan. Sekitar 20 hingga 30% dari kasus infertilitas tidak dapat ditemukan penyebabnya. IVF dapat memberi harapan baru pada kasus ini.
  • Memilih jenis kelamin anak. Bagi pasangan yang menghendaki jenis kelamin tertentu, dapat melakukan program ini.
  • Penyakit genetik. Pada program IVF, dapat dilakukan skrining genetik sebelum implantasi embrio pada rahim. 
Berapa estimasi biaya bayi tabung di Indonesia?

Biaya Bayi Tabung di Indonesia

Karena biaya untuk program bayi tabung tergantung pada banyaknya tidakan yang diperlukan, maka angka yang didapat bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Estimasi biaya berkisar antara 70 hingga 170 juta per pasangan.

Persiapan Bayi Tabung

Sebelum IVF dilakukan, sebaiknya pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hal tersebut dilakukan agar dokter mendapatkan gambaran mengenai kondisi Kesehatan pasangan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah, siklus menstruasi, pemeriksaan kondisi ovarium dan kualitas sel telur, serta pemeriksaan kesuburan pada pria. Bila diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan hormonal, genetik, dan lainnya. 

Apa saja tahapan yang dilakukan saat menjalani program bayi tabung?

Ada beberapa tahapan proses bagi pasien yang menjalani bayi tabung. Tahapan tersebut terbagi menjadi 2, yaitu tahapan untuk istri dan tahapan untuk suami. Berikut rangkaian tahapan yang sudah disederhanakan:

Tahapan Istri

  • Tahap Pertama: Menstimulasi Ovarium. Hal ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat yang berfungsi untuk merangsang dan meningkatkan jumlah produksi serta kualitas sel telur dalam ovarium. TUjuannya adalah mendapatkan lebih dair satu ovum, sebagai cadangan untuk pembentukan embrio
  • Tahap Kedua: Pematangan sel telur dalam ovarium. Pada tahap ini, istri akan diberikan hormon yang berfungsi untuk mematangkan sel telur. Suntikan ini biasanya hanya dilakukan satu kali. Terkadang pada tahap ini, pasien merasa kurang nyaman karena sel telur yang berkembang bisa memicu nyeri di perut bagian bawah serta rasa kembung. Rasa tidak nyaman biasanya tidak bertahan lebih dari satu minggu.
  • Pengambilan sel telur. Selanjutnya, sel telur yang telah matang akan diambil untuk kemudian dipindahkan ke rahim. Untuk mengecek apakah sel telur sudah siap, dokter akan mengambil folikel (cairan berisi sel telur di indung telur dalam rahim) melalui tes USG. Prosedur ini dilakukan dengan pemberian obat penenang ringan hingga bius lokal untuk mengurangi rasa sakit
  • Mempertemukan sel telur dengan sperma. Sel telur yang sudah diambil akan dipertemukan dengan sel sperma yang diambil pada hari yang sama. Nantinya, sel telur dan sperma ini akan diamati perkembangannya menjadi embrio
  • Pemindahan Embrio kedalam rahim. Embrio akan terbentuk dalam beberapa hari, lalu akan dimasukkan kedalam rahim oleh suatu tabung melalui vagina hingga ke rongga rahim. Biasnaya dokter akan memasukkan beberapa embrio, untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Istri juga akan diberikan hormon progesteron agar rahim siap menerima embrio.
Bayi Tabung
Ilustrasi Proses Penyuntikan Sperma ke Sel Telur (Sumber gambar: Google)

Tahapan Suami

  • Peningkatan mutu sperma. Apabila hasil analisa sperma suami menunjukkan adanya gangguan produksi sperma, maka suami dapat diberikan pengobatan untuk meningkatkan kualitas sperma. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas embrio yang dihasilkan
  • Pengumpulan sperma. Suami akan mengeluarkan sperma pada hari yang sama dimana sang istri diambil sel telurnya.

Setelah proses bayi tabung selesai, apa yang harus dilakukan?

Setelah tindakan pemindahan embrio kedalam rahim selesai, maka pasangan biasanya dianjurkan menginap selama 1 hari di RS, atau dapat langsung pulang tergantung kondisi pasien dan pertimbangan dokter. Pasangan juga dianjurkan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat mulai dari pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Usahakan tetap menghindari konsumsi alkohol dan kafein berlebihan, juga makanan tinggi gula dan bersoda. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *