Infertilitas pada Pria Ternyata Berperan pada 30% Lebih Gangguan Kesuburan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa infertilitas akibat gangguan kesuburan pada pria ternyata hampir berbanding sama dengan wanita. Mari kita belajar mengenai infertilitas pada pria.

Apakah infertilitas pada pria dan Apa Faktor Penyebabnya?

Pendahuluan

Sebelum membahas infertilitas pada pria, mari kita bahas dulu mengenai infertilitas secara umum.

Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Infertilitas adalah gangguan sistem reproduksi yang menyebabkan kegagalan untuk mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih berhubungan intim secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi. 

Prevalensi di dunia yang mengalami masalah infertilitas setiap tahun adalah 1 dari 7 pasangan. Jumlah pasangan infertil di Indonesia tahun 2009 adalah 50 juta pasangan atau 15-20%

Infertilitas dapat disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada pria ataupun wanita. Sebuah artikel dari NIH mengulas persentase dari pria dan wanita sebagai berikut:

  • Pada sepertiga dari pasangan infertil, masalah berasal dari pria
  • Pada sepertiga dari pasangan infertil, masalah berasal dari wanita
  • Pada sepertiga sisanya, masalah tidak bisa ditelusuri, atau bisa berasal baik dari pria DAN wanita

Dari artikel tersebut, ternyata persentase pria dan wanita sebagai penyebab infertilitas adalah sama.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada pria yang mengalami infertilitas?

Fungsi Seksual Pria Yang Normal

Sebelum mulai membahas tentang infertilitas pada pria, ada baiknya mengulas terlebih dahulu fungsi seksual pria yang normal, yaitu:

  • Ereksi baik
  • Frekuensi hubungan seksual 2-3 kali/ minggu 
  • Orgasmus (+)
  • Ejakulasi (+)
  • Analisa Sperma normal 

Penyebab Infertilitas Pria

Prof.DR.Dr. H. Rifki Muslim, Sp.B, Sp.U menjelaskan bahwa terdapat beberapa penyebab terjadinya infertilitas pada pria, yakni:

  1. Varikokel (paling sering). Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena pada testis.
  2. Kelainan cairan sperma. Berlawanan dengan pendapat umum, justru sperma yang terlalu kental yang dapat mengganggu pergerakan sperma sehingga sulit untuk menuju ovum.
  3. Kelainan pada saluran reproduksi. Penyempitan atau saluran sperma yang buntu dapat mengakibatkan seorang pria mengeluarkan cairan mani “kosong” atau tidak berisi sel sperma.
  4. Kriptokismus. Merupakan testis yang tidak turun ke dalam tempatnya dan masih berada dalam rongga perut. Bila hal tersebut berlangsung hingga dewasa, maka proses produksi sel sperma terganggu karena testis berada dalam rongga perut yang suhunya lebih tinggi daripada suhu dalam skrotum. 
  5. Kelainan imunologi. Imunologi adalah sistim pertahanan tubuh manusia. Suatu saat salah satu sistim kekebalan tersebut (antibodi) bekerja terlalu aktif dan dapat melawan sel sperma, akibatnya sel sperma mati / hancur
  6. Gangguan ereksi dan ejakulasi. Hal ini dapat menyebabkan hubungan seksual terganggu, sehingga tidak terjadi pembuahan
  7. Kelainan testis. Testis tidak bisa menghasilkan sel sperma atau menghasilkan tetapi sangat sedikit. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kelainan bawaan, faktor hormon, cedera testis atau varikokel. 
  8. Kelainan hormonal. Kelainan produksi hormon dari hipofisis, pituitari anterior, adrenal, maupun testis dapat mengganggu produksi sperma. Baca juga mengenai gangguan hormon prolaktin pada pria disini.
  9. Obat – obatan. Beberapa obat berpengaruh terhadap produksi sel sperma atau mengganggu fungsi sel sperma. Diantaranya adalah alpha blocker, ketokonazole, cimetidine, anti psikotik atau anti depresan, dan nitrofurantoin .
  10. Infeksi. Adanya infeksi pada alat reproduksi pria dapat mengganggu proses produksi sperma.
  11. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria.
Infertilitas pada Pria akibat Gaya Hidup Tidak Sehat
Gaya Hidup tidak sehat ditengarai dapat menyebabkan gangguan kesuburan (Sumber gambar: Google)

Apa saja pemeriksaan untuk mengetahui infertilitas pada pria?

Penegakan Diagnosis Infertilitas Pada Pria

Cara menentukan apakah seorang pria mengalami infertilitas adalah sebagai berikut:

  • Anamnesis atau tanya jawab. Dokter akan melakukan tanya jawab mengenai riwayat penyakit dan lainnya
  • Pemeriksaan Fisik. Dokter akan memeriksa fisik baik secara menyeluruh maupun lokal (bagian reproduksi seperti testis dan penis)
  • Pemeriksaan Laboratorium. Langkah ini dilakukan untuk memeriksa adakah faktor risiko seperti kolesterol, gula darah, dan lainnya, serta gangguan hormonal

Lalu, bagaimana penanganan terhadap infertilitas pria?

Tatalaksana Infertilitas Pada Pria

Apabila pasangan infertilitas ingin mengetahui ada tidaknya gangguan kesuburan dari suami, maka hendaknya berkonsultasi pada dokter spesialis andrologi.  Dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan penyebab infertilitas. Tatalaksana terdiri dari:

  • Pengobatan Non Operatif. Dilakukan dengan cara terapi seks, pemberian hormonal, dan lain-lain
  • Pengobatan Operatif, misalnya operasi terhadap varikokel, epididimovasostomi, dan vaso-vasostomi

Infertilitas dapat terjadi baik pada pria maupun wanita. Karena itu, apabila terdapat gangguan kesuburan pada suatu pasangan, hendaknya dilakukan pemeriksaan juga pada suami.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *