PCOS dan Infertilitas

PCOS

Ternyata, PCOS merupakan salah satu penyebab utama infertilitas. Karena itu mari kenali PCOS, gejala dan penanganannya berikut ini.

Sebuah artikel kesehatan yang dipublikasikan oleh NCBI menyebutkan bahwa sekitar 70 hingga 80% wanita dengan infertilitas menderita PCOS. Selain itu, diperkirakan juga terdapat sekitar 8-13% wanita usia produktif menderita penyakit ini. Gejala PCOS biasanya samar dan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Selain itu, tanpa pemeriksaan yang memadai, PCOS sulit untuk didiagnosa.

PCOS atau disebut juga Sindrom Ovari Polikistik dinamakan sesuai dengan gambaran ovarium pada pasien ini. Hasil pemeriksaan ultrasound (USG) akan menunjukkan gambaran roda pedati akibat adanya banyak folikel kistik pada ovarium penderita.

Penyebab PCOS

Penyebab PCOS yang utama adalah tingginya kadar hormon pria (androgen) dalam tubuh. Hal ini diperkirakan dapat terjadi akibat genetik, gaya hidup, tingginya insulin, serta proses peradangan dalam tubuh. 

Baca juga mengenai stres oksidatif dan hubungannya dengan kesuburan disini.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kita menderita PCOS? Coba perhatikan gejala-gejala yang ada berikut ini.

Gejala PCOS

Apabila anda bermasalah dengan kesuburan, serta mengalami beberapa gejala yang mengarah kepada PCOS, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter kandungan. Gejala yang dapat mengarah ke Sindrom Ovarium Polikistik antara lain sebagai berikut:

Gambaran Klasik

  • Gangguan siklus haid (menstruasi jarang, siklus yang berubah-ubah, atau darah haid sedikit)
  • Lebatnya rambut pada wajah (tumbuh kumis, rambut di wajah) dan tubuh
  • Obesitas atau kegemukan. Berat badan berlebih dapat ditentukan oleh Indeks Massa Tubuh (> 25), dan ukuran lingkar pinggang (ideal adalah < 90 cm)

Namun, penyakit ini dapat pula ditemukan tanpa adanya ketiga gambaran klasik tersebut. Karena itu, anda juga perlu mengamati gejala tambahan seperti yang disebutkan dibawah ini:

Gejala Tambahan Sindrom Ovarium Polikistik

  • Infertilitas, yaitu gangguan kesuburan pada pasangan yang berhubungan teratur 2-3 x/ minggu, dan sudah menikah selama 1 tahun
  • Jerawat. Munculnya jerawat pada wajah, terutama jerawat yang berbentuk kistik dapat mengarah kepada Sindrom Ovarium Polikistik
  • Kerontokan rambut (rambut rontok > 100 helai/hari)

Untuk menegakkan diagnosis pada penyakit ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), dan bila perlu akan menambahkan pemeriksaan laboratorium untuk melihat ada tidaknya peningkatan pada hormon pria dalam darah.

Penanganan PCOS

Apabila seseorang sudah dipastikan menderita penyakit ini, maka dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Biasanya hal ini meliputi:

  • Perubahan gaya hidup. Karena obesitas dan kadar insulin berpengaruh pada penyakit ini, maka pasien dengan Sindrom Ovarium Polikistik akan dianjurkan untuk melakukan perubahan pola gaya hidup dan konsumsi makanan sehat. Olahraga secara teratur 2-3 kali/minggu, menghindari makanan junk food dan fast food, mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana, serta banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan akan membantu menjaga berat badan serta kadar insulin tubuh. Baca juga mengenai pentingnya olahraga untuk kesuburan disini.
  • Obat-obatan dan suplemen. Dokter akan memberikan obat-obatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Obat-obatan seperti hormon diberikan untuk memicu ovulasi, dan obat pengendali gula darah biasanya diberikan untuk mengendalikan kadar insulin darah. Suplemen seperti vitamin D juga bisa diberikan karena dapat membantu mengendalikan hormon.
  • Menghindari alergen. Penyakit ini berhubungan dengan peradangan tubuh, sehingga mengurangi alergen yang menimbulkan peradangan dapat berpengaruh baik pada kondisi ini. Alergen yang umum seperti debu, tungau, asap polusi dan rokok, atau makanan berupa seafood, produk susu, kacang-kacangan, food additives dan food coloring yang banyak pada produk olahan dan snack sebaiknya dikurangi atau dihindari dulu selama menjalankan program hamil.
Diet Sehat untuk PCOS
Gambaran Makanan untuk Diet PCOS

Menderita PCOS tidak serta merta membuat seseorang sulit hamil. Namun apabila seseorang terdiagnosa menderita penyakit ini, maka diperlukan pengobatan serta perubahan gaya hidup yang lebih sehat sehingga dapat meningkatkan fertilitas. Karena, penyakit ini dapat diobati dengan kombinasi yang baik antara pengobatan oleh dokter dan perubahan gaya hidup oleh pasien. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur, serta menjaga kesehatan tubuh dengan konsumsi makanan sehat, istirahat dengan cukup, dan menghindari stres yang dapat memicu perburukan kondisi pada PCOS ini.

Baca juga artikel mengenai diet infertilitas untuk meningkatkan kesuburan disini.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *